Jaksa Agung ST Burhanuddin memberikan pesan mendalam pada upacara peringatan Hari Lahir Kejaksaan ke-81. Beliau menyerukan agar seluruh jajaran Korps Adhyaksa segera bangkit dari berbagai cobaan dan tantangan yang tengah menerpa institusi tersebut. Momentum hari jadi ini diharapkan menjadi titik balik krusial untuk mengembalikan kepercayaan publik yang sempat goyang.
Ada yang berbeda dalam peringatan tahun ini. Upacara yang biasanya bernuansa formal dengan Pakaian Dinas Upacara (PDU), kini digantikan dengan Pakaian Dinas Lapangan (PDL). Burhanuddin menegaskan bahwa perubahan ini bukan sekadar urusan estetika seragam. Penggunaan PDL merepresentasikan simbol kesiapsiagaan, ketangguhan, dan komitmen para jaksa untuk selalu siap sedia mengabdi kepada masyarakat dan negara dalam situasi apa pun.
Dalam pidatonya, Jaksa Agung tidak menutupi adanya dinamika internal maupun eksternal yang sempat membuat reputasi lembaga Kejaksaan merosot. Namun, ia menekankan bahwa merenungi kesalahan masa lalu harus dibarengi dengan aksi nyata untuk berbenah. Menghadapi badai ujian, insan Adhyaksa dituntut untuk melakukan introspeksi mendalam demi memastikan penegakan hukum berjalan di koridor yang benar dan adil.
Lebih lanjut, Burhanuddin mengingatkan bahwa pemulihan nama baik institusi tidak bisa dilakukan secara instan atau mengandalkan satu individu saja. Diperlukan kerja keras kolektif, soliditas yang kokoh, serta sinergi dari seluruh elemen di Kejaksaan. Tanpa adanya kebersamaan dan integritas tinggi, keadilan yang dinanti-nantikan oleh masyarakat pencari keadilan akan sulit diwujudkan.
“Badai harus berlalu,” pungkas Burhanuddin dengan nada optimistis. Pesan tegas ini diharapkan membakar semangat para jaksa di seluruh pelosok negeri untuk menjadikan keterpurukan masa lalu sebagai batu loncatan menuju era baru Kejaksaan Agung yang lebih transparan, profesional, dan dicintai rakyat.








