Jakarta – Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin memberikan peringatan keras kepada seluruh jajaran Kejaksaan Agung dalam rangka memperingati Hari Lahir Kejaksaan. Ia menegaskan agar tidak ada satu pun insan Adhyaksa yang memanfaatkan atau ‘menjual’ nama institusi demi meraup keuntungan pribadi. Pesan mendalam ini disampaikan guna menjaga marwah dan wibawa lembaga penegak hukum tersebut di mata publik.
Dalam upacara peringatan tersebut, Burhanuddin mengingatkan bahwa nilai integritas adalah prinsip mutlak yang tidak dapat ditawar lagi. Menurutnya, penerapan kejujuran, moralitas yang kokoh, serta keadilan dalam menjalankan tugas sehari-hari merupakan kunci utama untuk menutup segala celah pelanggaran dan perilaku menyimpang.
Ia juga menggarisbawahi bahwa pangkat serta jabatan yang disandang oleh para jaksa bukanlah sekadar simbol kekuasaan. Atribut tersebut merupakan amanah besar dari negara yang harus diemban dengan penuh tanggung jawab serta sikap rendah hati. Jaksa Agung secara tegas melarang keras segala bentuk permintaan atau penerimaan yang mengatasnamakan Kejaksaan.
Ia mengingatkan agar tidak pernah meminta atau menerima sesuatu dengan mengatasnamakan institusi, karena tindakan sekecil apa pun yang mencoreng nama baik dapat meruntuhkan martabat Kejaksaan yang telah dibangun bersama dengan susah payah.
Selain menjaga integritas individu, Burhanuddin juga menginstruksikan jajarannya untuk memperkuat sinergi dengan berbagai lembaga hukum lainnya. Sinergi ini harus dibangun secara harmonis guna menciptakan sistem penegakan hukum terpadu yang efektif, transparan, dan adil, tanpa mengorbankan independensi serta objektivitas kejaksaan.
Kepercayaan publik, lanjutnya, adalah modal sosial terbesar yang harus dijaga melalui dedikasi dan profesionalitas tinggi. Setiap tutur kata, sikap, dan tindakan dari seorang jaksa akan dinilai oleh masyarakat sebagai representasi langsung dari institusi Kejaksaan Agung secara keseluruhan.
Melalui momentum hari jadi ini, ia berharap seluruh jajaran Adhyaksa terus mengedepankan pola hidup sederhana dan menjauhkan diri dari gaya hidup mewah atau tindakan tercela yang dapat merusak citra positif lembaga.








