Proses pembongkaran makam atau ekshumasi terhadap jenazah Sutrimo di Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, kini memasuki babak krusial. Tim dokter forensik tengah bekerja keras menguak tabir misteri di balik kematian pria yang sempat dikaitkan dengan eks Jampidsus, Febrie Adriansyah. Langkah investigasi ilmiah ini dirasa sangat penting guna memberikan titik terang dan menjawab spekulasi yang berkembang di tengah masyarakat.
Ketua Tim Dokter Forensik, Prof. Yudi, menjelaskan bahwa kondisi jenazah Sutrimo saat ini sudah memasuki fase pembusukan lanjut mengingat almarhum telah dimakamkan sejak 23 Juli lalu. Akibat kondisi visual jenazah yang sudah tidak utuh dan mengalami perubahan warna seragam, tim medis terpaksa melakukan pengambilan sampel secara menyeluruh, mulai dari bagian kepala hingga ujung kaki.
Pemeriksaan laboratorium lanjutan ini akan memakan waktu sekitar dua hingga tiga minggu. Pemeriksaan mendalam tersebut mencakup tiga metode utama, yaitu uji histopatologi (pemeriksaan jaringan), uji toksikologi untuk mendeteksi potensi racun, serta tes DNA. Upaya ini dilakukan demi mendapatkan bukti medis yang akurat dan tidak terbantahkan.
Menariknya, berdasarkan hasil pemeriksaan fisik luar dan dalam yang dilakukan secara visual sebelum pengambilan sampel, tim forensik tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik. Tidak ada bekas luka akibat senjata tajam maupun hantaman benda tumpul pada tubuh Sutrimo. Meski demikian, tim penyidik enggan berspekulasi dini sebelum hasil laboratorium resmi keluar.
Di sisi lain, proses ekshumasi ini merupakan bentuk kolaborasi taktis antara Polda Metro Jaya, Polda Jawa Tengah, dan Polresta Banyumas guna memperoleh bukti ilmiah demi kepentingan penyidikan. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menegaskan komitmen kepolisian untuk mengungkap kasus ini secara transparan dan akuntabel.
Sementara itu, pihak kuasa hukum Febrie Adriansyah juga memberikan klarifikasi mengenai status hubungan kerja Sutrimo. Firman Wijaya selaku kuasa hukum menegaskan bahwa Sutrimo bukanlah Kepala Rumah Tangga (Karumga) seperti yang ramai diberitakan, melainkan hanya bertugas menjaga rumah kosong milik Febrie secara berkala.

