Panggung olahraga Asia kembali menjadi saksi bisu keperkasaan seorang anak bangsa. Di ajang Asian Games 2026 yang berlangsung di Nagoya, Prefektur Aichi, Jepang, nama Rahmat Erwin Abdullah sekali lagi diukir dengan tinta emas. Lifter andalan Indonesia ini tidak hanya berhasil meraih medali emas, namun juga mengukuhkan dominasinya dengan memecahkan dua rekor dunia di nomor angkat besi kelas 75 kilogram putra.
Kemenangan di Nagoya ini adalah sebuah penegasan atas konsistensi dan dedikasi luar biasa Rahmat. Tiga tahun sebelumnya, di Asian Games Hangzhou, ia juga sukses merebut emas di kelas 73 kilogram putra. Pergeseran kelas berat badan tampaknya bukan halangan, melainkan tantangan baru yang berhasil ditaklukkan dengan gemilang, membuktikan adaptabilitas dan kekuatan mentalnya sebagai atlet kelas dunia.
Pertarungan di arena angkat besi Nagoya berlangsung sangat sengit, diwarnai dengan serangkaian pemecahan rekor yang membuat penonton menahan napas. Total ada dua rekor dunia dan satu rekor Asian Games yang pecah pada angkatan snatch, sementara sesi clean and jerk serta total angkatan jauh lebih dramatis, dengan masing-masing lima kali pemecahan rekor dunia. Di sinilah Rahmat Erwin Abdullah menunjukkan kelasnya.
Dengan determinasi membara, Rahmat mencatatkan angkatan 206 kilogram di clean and jerk, yang sekaligus menjadi rekor dunia baru di kelas 75 kilogram putra. Tak berhenti di situ, ia juga membukukan total angkatan 366 kilogram, yang sekali lagi memecahkan rekor dunia, menempatkannya di puncak daftar lifter terbaik dunia untuk kelas ini. Sebuah pencapaian yang fenomenal, mengingat betapa ketatnya persaingan.
Dalam drama perebutan medali ini, lifter Korea Utara, Ri Chong-song, juga mencuri perhatian dengan memecahkan rekor dunia snatch di kelas yang sama dengan angkatan 162 kilogram. Namun, rekor tersebut belum cukup mengantarkannya ke posisi teratas. Ri harus mengakui keunggulan Rahmat dan lifter Thailand, Weeraphon Wichuma, setelah gagal menyamai total angkatan mereka. Hasil akhir menempatkan Rahmat Erwin Abdullah sebagai peraih emas, diikuti Weeraphon dengan perak, dan Ri Chong-song dengan perunggu.
Dua kali tampil di Asian Games, dua kali pula Rahmat Erwin Abdullah pulang membawa medali emas, dan kali ini, dilengkapi dengan dua rekor dunia yang mengukuhkan namanya di jajaran atlet legendaris. Konsistensi, daya juang, dan keteguhan hati Rahmat tidak hanya membawa kebanggaan bagi dirinya sendiri, tetapi juga menginspirasi jutaan masyarakat Indonesia. Ia adalah bukti nyata bahwa dengan latihan keras dan semangat pantang menyerah, batasan-batasan dapat ditembus dan sejarah dapat diciptakan.








