Teka-Teki Kematian Sutrimo, Tim Forensik Selidiki Misteri Buih di Mulut Melalui Ekshumasi

Penyelidikan mendalam tengah dilakukan oleh tim dokter forensik guna mengungkap tabir misteri di balik kematian Sutrimo. Fokus utama investigasi kini mengarah pada laporan yang menyebutkan adanya buih atau busa yang keluar dari mulut dan hidung korban sesaat sebelum ia mengembuskan napas terakhir. Upaya pencarian fakta ini dilakukan melalui proses ekshumasi atau pembongkaran makam demi kepentingan autopsi.

Ketua Tim Dokter Forensik, Prof. Yudi, menjelaskan bahwa meskipun saat proses ekshumasi sisa buih tersebut sudah tidak terlihat secara kasat mata, pihaknya tetap mengambil langkah medis yang presisi. Tim forensik telah melakukan metode swab pada area terkait untuk mendeteksi sisa zat yang mungkin tertinggal di dalam tubuh almarhum Sutrimo.

Read More

“Kami mencoba melakukan pemisahan laboratorium dengan mengambil sampel swab. Tujuannya untuk melihat apakah masih ada sisa-sisa kandungan zat tertentu di sana,” ujar Prof. Yudi. Pemeriksaan lanjutan ini akan melibatkan uji toksikologi, analisis DNA, serta pemeriksaan histopatologi untuk memastikan penyebab pasti kematian.

Hingga saat ini, pemeriksaan luar dan dalam secara visual menunjukkan tidak adanya tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban. Tim dokter menegaskan tidak menemukan bekas luka akibat hantaman benda tumpul maupun senjata tajam. Oleh karena itu, hasil uji laboratorium kini menjadi kunci utama dalam memecahkan teka-teki kasus ini.

Proses ekshumasi ini berlangsung di Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Langkah hukum ini dipimpin langsung oleh Polda Metro Jaya yang bersinergi dengan Polda Jawa Tengah dan Polresta Banyumas. Kombes Budi Hermanto selaku Kabid Humas Polda Metro Jaya menegaskan bahwa tindakan ini adalah bagian penting dari penyidikan ilmiah (scientific crime investigation) demi mendapatkan bukti medis yang valid.

Di sisi lain, spekulasi mengenai latar belakang pekerjaan Sutrimo juga mulai diluruskan. Pihak kuasa hukum mantan Jampidsus Febrie Adriansyah, Firman Wijaya, membantah kabar yang menyebut Sutrimo menjabat sebagai Kepala Rumah Tangga (Karumga). Firman mengklarifikasi bahwa almarhum sebenarnya hanya bertugas sebagai penjaga rumah kosong dan tidak bekerja secara terus-menerus di sana.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *