Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian secara tegas mengimbau Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di seluruh wilayah Sumatra untuk mempererat sinergi. Langkah kolaboratif ini dinilai sangat krusial guna menjaga stabilitas keamanan sekaligus mengakselerasi pertumbuhan ekonomi di tingkat regional.
Dalam arahan resminya pada Rapat Koordinasi Forkopimda Regional Sumatra yang berlangsung di Balairung Badan Pengusahaan (BP) Batam, Kepulauan Riau, Tito menekankan bahwa kekompakan lintas sektor adalah modal utama pembangunan. Menurutnya, setiap unsur Forkopimda memiliki kekuatan dan kewenangan tersendiri yang jika disatukan akan menciptakan fondasi pemerintahan yang solid dan responsif terhadap dinamika hukum, politik, maupun sosial.
Mantan Kapolri ini juga mengakui bahwa menyelaraskan berbagai instansi dengan tugas dan fungsi masing-masing bukanlah perkara mudah. Guna mengatasinya, ia menyarankan agar koordinasi tidak hanya dilakukan saat terjadi krisis, melainkan melalui pertemuan berkala yang terjadwal satu hingga dua bulan sekali. Pertemuan informal juga dinilai efektif dalam mencairkan kebuntuan komunikasi antar-pimpinan daerah.
Dari sisi finansial, Mendagri mendorong seluruh kepala daerah di Sumatra untuk berkontribusi aktif dalam menjaga tren positif pertumbuhan ekonomi nasional yang kini kokoh di angka 5,29 persen. Walau Kepulauan Riau dan Lampung menunjukkan performa gemilang di atas rata-rata nasional, Tito meminta provinsi lain di Sumatra tidak lengah dan segera mengoptimalkan realisasi belanja APBD guna menstimulus perekonomian lokal.
Selain pertumbuhan ekonomi, pengendalian inflasi khususnya harga pangan menjadi prioritas yang disorot tajam. Tito memperingatkan bahwa lonjakan harga bahan pokok sangat sensitif dan berdampak langsung pada stabilitas keamanan masyarakat. Oleh sebab itu, ia meminta seluruh jajaran Forkopimda aktif mendukung program pengendalian inflasi daerah demi menjaga daya beli masyarakat serta meminimalisir potensi konflik sosial.


