Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Budi Gunadi Sadikin, secara terbuka mengungkapkan pesan mendalam dari Presiden Prabowo Subianto yang mendorong dirinya untuk maju sebagai calon Direktur Jenderal (Dirjen) Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Langkah ini menempatkan Indonesia di panggung diplomasi kesehatan global yang sangat strategis.
Budi Gunadi Sadikin menjadi salah satu dari empat kandidat kuat yang telah resmi terdaftar untuk memperebutkan kursi kepemimpinan tertinggi di organisasi kesehatan di bawah naungan PBB tersebut. Menanggapi tugas besar ini, Menkes menyatakan kesiapannya untuk mengemban amanah kepala negara dengan sebaik-baiknya.
Menurut Budi, Presiden Prabowo menekankan pentingnya representasi Indonesia di kancah internasional. Sebagai salah satu negara terbesar di dunia, Indonesia dinilai sudah saatnya memiliki perwakilan di pucuk pimpinan organisasi global setingkat PBB. Ketika peluang emas ini terbuka, Prabowo tanpa ragu langsung menugaskan Budi untuk mengambil kesempatan tersebut demi mengharumkan nama bangsa.
Lebih lanjut, dorongan ini juga didasari oleh aspirasi banyak negara anggota yang menginginkan adanya reformasi struktural di tubuh WHO. Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, Indonesia dipandang memiliki kredibilitas dan potensi besar untuk memimpin perubahan tersebut menuju tata kelola kesehatan dunia yang lebih adil dan responsif.
Terkait posisinya di Kabinet Merah Putih, Budi menegaskan komitmennya untuk tetap fokus pada tugas saat ini, mengingat proses pemilihan baru akan berlangsung pada Mei tahun depan. Namun, jika dipercaya oleh 194 negara anggota untuk memimpin WHO, ia memastikan siap mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Menteri Kesehatan.
Dalam kontestasi global ini, Budi Gunadi Sadikin akan bersaing ketat dengan tiga kandidat hebat lainnya, yaitu Hanan Mohammed Al-Kuwari dari Qatar, Hanan Balkhy dari Arab Saudi, dan Hans Henri P. Kluge dari Belgia yang saat ini menjabat sebagai Direktur Regional WHO untuk Eropa.








