JAKARTA – Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, bersama Presiden Timor Leste, José Ramos-Horta, menginisiasi sebuah pertemuan bersejarah yang mempertemukan para pemikir terbaik dunia di Jakarta. Melalui acara bertajuk Luncheon and Discussion with Science for Development Summit Delegation yang digelar di Kantor Megawati Institute, para ilmuwan terkemuka, peraih Nobel, hingga pemenang Turing Award berkumpul untuk berdiskusi lintas disiplin ilmu.
Pertemuan tingkat tinggi ini dirancang bukan sekadar sebagai wadah akademis biasa. Lebih dari itu, forum ini bertujuan untuk menjembatani kemajuan sains dan teknologi dengan solusi konkret atas tantangan nyata yang sedang dihadapi umat manusia secara global.
Direktur Eksekutif Megawati Institute, Hilmar Farid, menjelaskan bahwa dunia saat ini sedang mengalami lompatan teknologi yang luar biasa pesat. Namun, di sisi lain, ancaman global seperti perubahan iklim, kerusakan lingkungan hidup, krisis pangan, isu kesehatan, hingga perkembangan kecerdasan buatan (AI) yang masif juga semakin mendesak untuk dicarikan solusi.
“Pertemuan ini berupaya membangun dialog langsung antara para ilmuwan dunia dengan pemimpin politik. Kami ingin merumuskan bagaimana ilmu pengetahuan dan teknologi dapat diterapkan secara nyata untuk memecahkan persoalan bersama,” ujar Hilmar.
Sebagai inisiator utama, Megawati Soekarnoputri menegaskan pentingnya menempatkan sains sebagai instrumen kemanusiaan. Menurut Megawati, pemahaman manusia terhadap krisis global saat ini sudah sangat maju. Tantangan terbesarnya kini adalah bagaimana menerjemahkan pengetahuan tersebut menjadi tindakan nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat luas.
Acara bergengsi ini dihadiri oleh sepuluh peraih Nobel terkemuka dari berbagai bidang, termasuk Frances H. Arnold (Kimia, 2018), Tim Hunt (Kedokteran, 2001), Benjamin List (Kimia, 2021), Robert C. Merton (Ekonomi, 1997), Konstantin Novoselov (Fisika, 2010), Brian P. Schmidt (Fisika, 2011), Kailash Satyarthi (Perdamaian, 2014), dan James A. Robinson (Ekonomi, 2024). Turut hadir pula David Beasley, mantan pemimpin World Food Programme (WFP) yang menerima Nobel Perdamaian pada tahun 2020.
Selain para peraih Nobel, forum ini juga dihadiri oleh para pionir teknologi penerima Turing Award, penghargaan tertinggi dalam bidang ilmu komputer. Kehadiran para tokoh hebat ini menegaskan komitmen Indonesia dalam mendorong diplomasi sains di kancah internasional guna menghadapi masa depan yang lebih berkelanjutan.








