Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) mengambil langkah progresif untuk memulihkan ribuan ekosistem danau di Indonesia. Momentum penting ini dideklarasikan bertepatan dengan peringatan Hari Danau Dunia 2026 yang berlangsung di Depok. KLH merumuskan tiga komitmen strategis demi menjaga ketahanan air, pangan, dan energi nasional dari ancaman kerusakan lingkungan.
Menteri LH/Kepala BPLH, Moh Jumhur Hidayat, memaparkan bahwa saat ini Indonesia memiliki sekitar 2.961 danau. Danau-danau ini bukan sekadar pemandangan alam, melainkan penyangga kehidupan vital yang mendukung sektor pariwisata, penyerapan karbon, hingga stabilisasi iklim mikro. Namun, keberadaan danau-danau tersebut kini terancam oleh pencemaran air, pertumbuhan gulma liar, sedimentasi, hingga pemanfaatan Keramba Jaring Apung (KJA) yang melebihi kapasitas.
Guna mengatasi krisis ekologis tersebut, komitmen pertama KLH difokuskan pada penguatan regulasi melalui optimalisasi Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem (RPPE). Program ini menyasar 15 Danau Prioritas Nasional untuk periode 2025-2029. Langkah nyata yang akan diambil meliputi penataan zona budidaya ikan, rehabilitasi lahan kritis di hulu, perbaikan kualitas air, serta pelestarian keanekaragaman hayati asli.
Komitmen kedua menekankan pentingnya sinergi kolektif dari hulu ke hilir. Karena proses pemulihan danau memerlukan waktu yang panjang, KLH merangkul pemerintah daerah, akademisi, sektor swasta, komunitas lokal, hingga generasi muda dalam aksi nyata ini. Upaya penyelamatan ini tidak bisa digarap secara parsial, melainkan membutuhkan kerja sama lintas sektor secara konsisten.
Sementara itu, komitmen ketiga adalah membawa isu perlindungan danau ke kancah global. Penetapan tanggal 27 Agustus sebagai Hari Danau Dunia oleh PBB merupakan hasil dari diplomasi panjang Indonesia sejak World Water Forum ke-10 di Bali. Utusan Khusus Sekjen PBB untuk Isu Air, Retno Marsudi, menegaskan bahwa momentum ini harus menjadi pemantik tindakan nyata di lapangan, bukan sekadar seremonial belaka. Dengan melindungi danau, Indonesia turut mengamankan cadangan air tawar untuk generasi masa depan.








