Anggota DPR RI Komisi XII dari Fraksi Partai Gerindra, Moreno Soeprapto, akhirnya angkat bicara dan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada publik terkait rekaman video yang memperlihatkan dirinya melakukan panggilan video (video call) saat rapat kerja di parlemen tengah berlangsung.
Klarifikasi tersebut disampaikan Moreno secara mendampingi sang istri, Noorani Sukardi, melalui unggahan di media sosial. Dalam penjelasannya, aksi tersebut murni didorong oleh kondisi darurat keluarga, di mana buah hati mereka baru saja keluar dari rumah sakit dan berada dalam masa pemulihan.
Noorani mengungkapkan bahwa sang anak terus merengek mencari keberadaan ayahnya yang sibuk bertugas. Demi menenangkan buah hatinya yang dalam kondisi kurang sehat, ia memutuskan untuk menelepon Moreno sejenak agar sang anak bisa melihat secara langsung bahwa ayahnya sedang bekerja.
Kendati demikian, Noorani dengan tulus mengakui bahwa tindakan menghubungi suaminya di tengah agenda resmi lembaga legislatif bukanlah langkah yang tepat. Pasangan suami istri ini menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kekhilafan serta momen yang dinilai tidak pas tersebut.
Sementara itu, Moreno turut meluruskan gestur menjulurkan lidah dalam video viral tersebut yang sempat memicu polemik di kalangan publik. Mantan pembalap nasional ini menegaskan bahwa gestur tersebut semata-mata dilakukan secara spontan untuk menghibur dan mencairkan suasana hati putrinya yang sedang rewel, bukan untuk meremehkan forum persidangan.
Moreno menjelaskan bahwa ia hanya menerima panggilan tersebut selama beberapa detik untuk memberi pengertian kepada anak bahwa dirinya sedang mengikuti rapat dan akan menghubungi kembali setelah tugasnya selesai.
Ia menegaskan sama sekali tidak memiliki niat untuk meremehkan, melecehkan, atau bersikap tidak hormat terhadap rapat terhormat yang diselenggarakan pada 15 September lalu. Kejadian ini dijadikannya sebagai pelajaran berharga untuk dapat membagi peran sebagai wakil rakyat dan kepala keluarga secara lebih profesional ke depannya.








