Ajang perayaan Karnaval Bersatu Harmoni Nusantara yang berlangsung meriah di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, menjadi panggung strategis bagi berbagai instansi pemerintahan untuk menjangkau masyarakat secara langsung. Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, menegaskan bahwa kehadiran kementerian dan lembaga dalam agenda akbar ini merupakan momentum berharga untuk memperdekatkan beragam program prioritas pemerintah kepada publik secara luas dan transparan.
Menurut Mukhtarudin, interaksi tatap muka di tengah ruang publik seperti Monas merupakan sarana komunikasi publik yang sangat efektif. Melalui momentum perayaan nasional tersebut, pemerintah tidak hanya hadir secara fisik, tetapi juga membawa misi edukasi mengenai hak-hak pekerja, jaminan perlindungan hukum, serta kemudahan akses layanan bagi calon pekerja migran Indonesia yang ingin meniti karier di luar negeri secara prosedural dan aman.
Salah satu daya tarik utama yang paling menyedot perhatian pengunjung dalam pameran tersebut adalah hadirnya anjungan interaktif Asta Mandala SMK Go Global. Program inovatif ini menampilkan kesiapan lulusan sekolah vokasi di Indonesia dalam bersaing di pasar kerja internasional. Antusiasme warga terlihat jelas dari banyaknya pengunjung yang berbondong-bondong mencari informasi detail mengenai pelatihan keterampilan, sertifikasi, hingga skema penempatan tenaga kerja profesional yang dijamin oleh negara.
Mukhtarudin menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas respons hangat dan positif dari warga yang memadati area pameran. Ia menekankan bahwa penyampaian informasi mengenai program-program pro-rakyat harus terus digalakkan secara konsisten demi terciptanya kesejahteraan masyarakat yang berkeadilan.








