Viral! Detik-detik Plt Bupati Pati Keliru Lafalkan Pancasila Saat Upacara HUT RI, Ini Penjelasan Resminya

Sebuah insiden yang melibatkan seorang pejabat publik kembali menyita perhatian jagat maya. Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menjadi pusat perbincangan hangat setelah sebuah video yang merekam kekeliruannya saat membacakan teks Pancasila tersebar luas di berbagai platform media sosial.

Momen tak terduga tersebut terjadi pada salah satu acara sakral, yakni upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-78 di Alun-alun Kabupaten Pati, Senin (17/8). Dalam rekaman yang viral, Chandra, yang bertindak sebagai inspektur upacara, terdengar melafalkan sila kedua Pancasila dengan redaksi yang berbeda dari seharusnya. Alih-alih mengucapkan “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab”, ia justru melafalkan “Keadilan yang Adil dan Beradab”.

Read More

Kekeliruan pengucapan ini sontak memicu reaksi beragam dari peserta upacara. Beberapa terdengar ragu dan tidak serempak dalam menirukan, menciptakan momen canggung yang kemudian terekam dan menjadi bahan perbincangan. Meski sila ketiga hingga kelima berhasil dibacakan dengan benar dan lancar, insiden pada sila kedua ini sudah cukup membuat rekaman tersebut menjadi viral dan diunggah ulang oleh berbagai akun, salah satunya @Feedgramindo yang menyoroti ketidakkompakan peserta upacara akibat kesalahan tersebut.

Menanggapi kehebohan di media sosial, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Pati, Sugiyono, segera memberikan klarifikasi resmi. Ia membenarkan keaslian video tersebut dan menjelaskan bahwa insiden ini murni disebabkan oleh kondisi kesehatan Plt Bupati yang sedang menurun. “Itu benar video asli,” tegas Sugiyono saat dikonfirmasi, seraya menambahkan bahwa Plt Bupati Pati sedang dalam kondisi tidak fit dan kurang fokus akibat padatnya jadwal rangkaian kegiatan peringatan kemerdekaan.

Sugiyono menekankan bahwa tidak ada unsur kesengajaan sedikit pun dalam kekeliruan pengucapan Pancasila tersebut. Beliau mengimbau seluruh elemen masyarakat dan awak media untuk menyikapi kejadian ini secara bijak dan proporsional. Tujuannya adalah untuk menjaga kondusivitas dan stabilitas di Kabupaten Pati, terutama dalam suasana perayaan kemerdekaan yang seharusnya dipenuhi semangat persatuan dan kebersamaan.

Insiden ini menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya menjaga fokus dan kesehatan, terutama bagi mereka yang mengemban tugas publik. Meski demikian, respons cepat dari pemerintah daerah untuk memberikan klarifikasi menunjukkan komitmen dalam menjaga transparansi dan kepercayaan publik. Diharapkan, insiden ini dapat disikapi dengan bijaksana tanpa mengurangi esensi penghormatan terhadap simbol-simbol negara dan semangat kemerdekaan.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *