Percepat Pemulihan NTT, Mendagri Tito Karnavian Desak Pendataan Fasilitas Publik Terdampak Gempa

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menginstruksikan pemerintah daerah di Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk bergerak cepat melakukan inventarisasi kerusakan pascabencana. Fokus utama pendataan ini diarahkan pada fasilitas pendidikan dan rumah ibadah yang mengalami kerusakan akibat guncangan gempa bumi beberapa waktu lalu.

Instruksi tegas tersebut disampaikan langsung oleh Tito saat meninjau puing-puing salah satu masjid yang roboh di Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, NTT. Menurutnya, keakuratan dan kecepatan data mengenai tingkat kerusakan sangat krusial agar pemerintah pusat melalui kementerian terkait bisa segera menyalurkan bantuan rekonstruksi.

Read More

Pentingnya Klasifikasi Tingkat Kerusakan

Tito meminta Bupati beserta jajaran pemda setempat segera mengklasifikasikan tingkat kerusakan bangunan, baik berkategori ringan, sedang, maupun berat. Inventarisasi ini mencakup seluruh jenjang pendidikan mulai dari PAUD, SD, SMP, hingga SMA. Data yang valid akan menjadi basis intervensi cepat dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

“Makin cepat pendataan diselesaikan, makin cepat pula langkah pemulihan dapat kita lakukan,” ujar Tito di hadapan jajaran pemerintah daerah setempat.

Belajar dari Penanganan Bencana di Sumatera

Dalam kesempatan tersebut, Mendagri optimis proses rehabilitasi di NTT akan berjalan lancar. Ia mencontohkan keberhasilan penanganan pascabencana tanah longsor di wilayah Sumatera (Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat). Kala itu, dari total 4.922 sekolah yang rusak, kini proses rekonstruksinya telah mencapai 80 hingga 90 persen.

Pemerintah berkomitmen agar hak pendidikan anak-anak di wilayah terdampak tidak terabaikan. Kemendikdasmen siap mendistribusikan tenda darurat dan fasilitas belajar portabel sebagai solusi sementara agar kegiatan belajar mengajar (KBM) tetap berjalan di masa transisi ini.

Selain memberikan arahan, Tito juga menyambangi posko pengungsian untuk berdialog langsung dengan warga terdampak. Ia kemudian meninjau kondisi SMP Abdurrahman Wahid yang mengalami kerusakan struktural cukup parah, sekaligus memberikan santunan pribadi untuk membantu meringankan beban operasional sekolah tersebut.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *