Upaya pencarian korban kecelakaan laut KM Virgo Transport 8 kini memasuki babak krusial. Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub) Suntana mengungkapkan dugaan kuat bahwa sebanyak 129 penumpang yang hingga kini belum ditemukan, kemungkinan besar masih terjebak di dalam bangkai kapal yang tenggelam di perairan Laut Jawa.
Hingga informasi terbaru dirilis, dari total 243 jiwa yang berada di dalam kapal—meliputi penumpang, awak kapal, hingga kru—sebanyak 114 korban telah berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan. Namun, enam di antaranya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Sementara itu, nasib 129 penumpang lainnya masih menjadi fokus utama operasi penyelamatan.
Berdasarkan data manifest resmi dari pelabuhan asal, Wamenhub Suntana menegaskan pentingnya percepatan operasi SAR. Menurutnya, pencocokan data manifes menjadi acuan utama untuk mengarahkan fokus evakuasi langsung ke interior kapal, lokasi di mana para korban diperkirakan terperangkap saat insiden terjadi.
Perubahan Strategi Pencarian Tim SAR
Senada dengan pandangan Kemenhub, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin, I Putu Sudayana, menjelaskan bahwa tim SAR telah mengubah strategi operasi. Setelah penyisiran pada radius yang cukup luas di permukaan air tidak membuahkan hasil signifikan, kini konsentrasi penuh diarahkan langsung pada fisik bangkai kapal KM Virgo Transport 8.
Untuk menembus kedalaman air dan memetakan posisi kapal secara presisi, tim gabungan mengandalkan armada militer canggih milik TNI Angkatan Laut, yaitu KRI Canopus. Kapal ini dibekali teknologi mutakhir seperti echosounder dan drone bawah laut yang mampu mendeteksi keberadaan objek serta memberikan pandangan visual nyata di dasar laut.
Sebagai informasi, KM Virgo Transport 8 dilaporkan hilang kontak pada Minggu (13/9) sekitar pukul 02.00 WITA saat berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin sejak Sabtu (12/9). Penggunaan teknologi pemindaian bawah laut ini diharapkan dapat segera memberikan titik terang serta mempermudah evakuasi para korban yang masih berada di dalam kapal.








