Penanganan kasus dugaan keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa ratusan pelajar di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, kini memasuki babak baru. Dua korban yang mengalami dampak paling parah, yakni Febiona Purba dan Agnesia Parulina, resmi dirujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta guna mendapatkan perawatan medis yang lebih intensif.
Langkah rujukan cepat ini diambil berdasarkan instruksi langsung dari Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, usai meninjau kondisi para korban dalam kunjungan kerjanya ke Sumatera Utara. Menindaklanjuti arahan tersebut, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin bergerak cepat dengan mengumpulkan jajaran tim medis lintas disiplin ilmu di RSCM.
Menkes mengungkapkan bahwa tim khusus yang dikerahkan terdiri dari gabungan dokter spesialis anak, pakar neurologi, psikiater anak, spesialis penyakit dalam, hingga perwakilan dari kolegium anak. Langkah kolaboratif ini bertujuan untuk melakukan evaluasi medis secara menyeluruh serta mengidentifikasi penyebab pasti dari trauma fisik maupun psikis yang dialami kedua korban.
“Tim ahli sudah mulai bekerja dan hasilnya diperkirakan dapat diketahui dalam satu hingga dua hari ke depan. Kami memilih untuk menunggu penjelasan resmi berdasarkan pemeriksaan para ahli dibanding berspekulasi,” tegas Menkes Budi Gunadi Sadikin.
Dari ratusan siswi yang terdampak peristiwa ini, kondisi Febiona dan Agnesia memang menjadi perhatian paling krusial. Febiona dilaporkan mengalami penurunan daya ingat secara signifikan, sementara Agnesia mengindikasikan adanya gangguan serius pada organ ginjal. Melihat tingginya trauma serta risiko medis yang dihadapi, Pemprov Sumut pun turut memfasilitasi proses pemindahan para pasien.
Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, mendampingi langsung keberangkatan kedua siswi bersama keluarga dan tim medis pendamping dari Bandara Internasional Kualanamu menuju Jakarta. Bobby menegaskan bahwa keselamatan dan pemulihan total para pasien merupakan prioritas utama, sehingga penanganan lanjutan oleh tim dokter di Jakarta sangat diperlukan.








