Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Malang Selatan, BMKG Nyatakan Aman dari Tsunami

Masyarakat di kawasan pesisir selatan Kabupaten Malang, Jawa Timur, dikejutkan oleh guncangan gempa bumi tektonik cukup kuat pada Senin (14/9) pagi. Berdasarkan laporan resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut memiliki kekuatan magnitudo 5,2. Kendati getarannya cukup terasa, BMKG bergerak cepat memastikan bahwa peristiwa alam ini tidak memicu terjadinya gelombang tsunami.

Bencana gempa tektonik ini tercatat terjadi tepat pada pukul 08.42 WIB. Berdasarkan data pemantauan instrumen BMKG, titik pusat gempa atau episentrum berada di wilayah perairan laut dengan koordinat 9,52 Lintang Selatan (LS) dan 112,85 Bujur Timur (BT). Jarak pusat gempa ini berada sekitar 156 kilometer ke arah tenggara dari Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Read More

Kepala Stasiun Geofisika BMKG Malang, Ricko Kardoso, menjelaskan bahwa berdasarkan analisis mendalam terhadap lokasi episentrum dan kedalaman hiposentrumnya, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal. Gempa ini dipicu oleh aktivitas deformasi batuan di dalam lempeng tektonik.

“Gempa bumi terdeteksi berada di kedalaman yang cukup dangkal, yaitu 10 kilometer. Namun, berdasarkan hasil analisis komprehensif dan pemodelan numerik yang kami lakukan, guncangan gempa tektonik ini dipastikan tidak berpotensi menimbulkan tsunami,” ungkap Ricko pada Senin (14/9).

Menyikapi kekhawatiran warga pasca-guncangan, Ricko mengimbau agar seluruh masyarakat di wilayah Malang Raya dan sekitarnya untuk tetap tenang. Ia juga mengingatkan agar publik tidak mudah mempercayai isu atau informasi bohong (hoaks) yang kerap beredar di media sosial pasca-bencana.

“Kami meminta masyarakat untuk menyaring informasi dengan bijak. Pastikan hanya merujuk pada laporan dan kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi oleh pihak BMKG,” tambah Ricko.

Hingga saat ini, laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat menunjukkan situasi masih aman terkendali. Belum ada laporan mengenai kerusakan fisik pada bangunan maupun adanya korban luka akibat guncangan gempa dangkal tersebut. Kendati demikian, masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan memahami langkah-langkah mitigasi bencana gempa bumi mandiri demi keselamatan bersama.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *