Tragedi Longsor Aceh Tengah: Satu Warga Tewas dan Akses Empat Kecamatan Lumpuh

Bencana alam tanah longsor melanda Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh, setelah diguyur hujan dengan intensitas tinggi. Peristiwa tragis ini menerjang sedikitnya tujuh kampung yang tersebar di empat kecamatan, menyebabkan satu orang warga meninggal dunia dan belasan lainnya mengalami luka-luka. Cuaca ekstrem disinyalir menjadi pemicu utama pergerakan tanah yang menutup berbagai akses jalan penting tersebut.

Berdasarkan laporan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), wilayah terdampak meliputi Kecamatan Kebayakan, Lut Tawar, Celala, dan Silih Nara. Longsoran tanah tidak hanya merusak infrastruktur jalan, tetapi juga menghantam pemukiman warga. Tercatat, dua unit rumah mengalami kerusakan berat, sementara dua unit rumah lainnya mengalami rusak sedang akibat hantaman material tanah.

Read More

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengonfirmasi adanya korban jiwa dalam musibah ini. Selain satu korban meninggal dunia, sebanyak 13 warga dilaporkan mengalami luka-luka dan segera mendapatkan perawatan medis darurat. Petugas gabungan hingga kini masih terus bersiaga dan melakukan pendataan mendalam di lapangan.

Untuk mengatasi lumpuhnya jalur transportasi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Tengah langsung menerjunkan alat berat ke lokasi kejadian. Satu unit wheel loader dan satu unit excavator dikerahkan guna menyingkirkan material tanah dan bebatuan besar yang menutup badan jalan nasional, provinsi, serta jalan kabupaten. Upaya pembersihan ini sangat krusial dilakukan demi memulihkan mobilitas logistik dan aktivitas warga setempat.

BNPB mengimbau masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bencana, khususnya di dekat lereng bukit dan tebing, untuk selalu meningkatkan kewaspadaan. Mengingat potensi hujan lebat masih tinggi di wilayah Aceh, warga diminta segera melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih aman jika mendapati tanda-tanda awal pergerakan tanah atau retakan di sekitar hunian mereka.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *