Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali memicu krisis lingkungan di Pulau Sumatra. Sebanyak 20 kabupaten dan kota di Provinsi Sumatera Utara kini diselimuti paparan kabut asap yang cukup pekat. Fenomena ini tidak hanya mengancam kesehatan masyarakat, tetapi juga menyebabkan penurunan kualitas udara serta mengganggu jarak pandang warga saat beraktivitas.
Berdasarkan pantauan BMKG, tingkat visibilitas di sejumlah wilayah terdampak merosot drastis hingga tersisa 1 sampai 4 kilometer saja. Kondisi ini membahayakan sektor transportasi, khususnya bagi para pengguna jalan raya yang melintas pada titik-titik rawan lantaran keterbatasan jarak pandang yang berisiko tinggi memicu kecelakaan.
Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan, Hendro Nugroho, memaparkan bahwa pergerakan polusi asap ini sangat dipengaruhi oleh dinamika arah angin. Angin yang bertiup kencang dari arah tenggara membawa gumpalan asap menuju ke kawasan barat laut Sumatera Utara.
Wilayah yang terpapar sebaran asap ini membentang luas, meliputi Kota Medan, Deliserdang, Serdang Bedagai, Labuhanbatu, Asahan, hingga kawasan dataran tinggi seperti Tapanuli, Toba, dan Samosir. Data dari Stasiun Meteorologi Silangit serta Aek Godang mengonfirmasi bahwa konsentrasi partikel debu halus di udara (PM2.5) saat ini berada pada tingkat sedang.
Kemunculan kabut asap ini berbanding lurus dengan terdeteksinya sejumlah titik panas (hotspot) di beberapa wilayah, terutama di Kabupaten Tapanuli Selatan dan Tapanuli Utara. Kendati tingkat kepercayaannya masih berada pada skala menengah, potensi perluasan area kebakaran tetap wajib diwaspadai.
Merespons situasi darurat lingkungan ini, pihak BBMKG memberikan imbauan tegas kepada para pengendara untuk meningkatkan kewaspadaan, menyalakan lampu kendaraan, dan selalu menggunakan masker pelindung saat berada di luar rumah. Selain itu, pemerintah daerah diserukan untuk segera meningkatkan koordinasi bersama BPBD, TNI, dan Polri guna menanggulangi karhutla dan memutus sebaran titik api lebih lanjut.








