Makassar — Upaya pencarian dan pertolongan terhadap musibah maritim KMP Virgo Transport 8 yang tenggelam di perairan Laut Jawa, Kalimantan Selatan, terus ditingkatkan secara masif. Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Makassar mengonfirmasi telah memberangkatkan Kapal Negara (KN) SAR Kamajaya guna memperkuat armada penyelamatan di titik lokasi kejadian.
Kapal penyeberangan yang melayani rute pelayaran dari Surabaya menuju Banjarmasin tersebut dilaporkan hilang kontak pada Minggu dini hari sekitar pukul 02.00 WITA. Insiden naas ini diduga kuat dipicu oleh cuaca ekstrem dan gelombang tinggi yang menerjang kawasan perairan Laut Jawa, hingga mengakibatkan kapal tenggelam.
Berdasarkan data manifes resmi terbaru, KMP Virgo Transport 8 membawa total 243 orang, yang terdiri atas 213 penumpang serta 30 awak kapal. Dalam pembaruan data terkini, tim penyelamat telah berhasil mengevakuasi 107 korban dalam keadaan selamat. Namun, duka mendalam menyelimuti operasi ini setelah 6 orang ditemukan meninggal dunia, sementara 130 penumpang lainnya masih belum ditemukan dan berada dalam pencarian intensif.
Kepala Basarnas Makassar, Muhammad Arif Anwar, menegaskan bahwa pengerahan KN SAR Kamajaya merupakan perintah langsung pimpinan untuk mempercepat operasi kemanusiaan ini. Langkah cepat diambil demi memaksimalkan peluang ditemukannya para korban yang masih hilang di perairan terbuka.
“Kami mengerahkan 35 personel penyelamat berpengalaman, yang juga mencakup tim medis darurat. Tim bergerak dari Makassar menuju lokasi pada pukul 23.30 WITA untuk segera melebur bersama armada gabungan di perairan Kalimantan Selatan,” jelas Arif dalam keterangan resminya.
Penyisiran di area perairan Laut Jawa kini dilakukan secara intensif dengan mengombinasikan berbagai potensi SAR, unsur TNI/Polri, serta relawan maritim setempat. Diharapkan hadirnya KN SAR Kamajaya dengan fasilitas keselamatan lengkap dapat mengoptimalkan evakuasi di tengah tantangan cuaca laut yang dinamis.








