Upaya pencarian terhadap rombongan jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda kini memasuki babak baru dengan dikerahkannya kekuatan udara. Tim SAR gabungan resmi menerjunkan Helikopter Dauphin AS 365 N3+ HR-3604 untuk memperluas jangkauan pelacakan di wilayah perairan Pandeglang, Banten. Operasi udara ini diharapkan mampu memberikan visualisasi yang lebih jelas dari ketinggian guna menemukan titik terang keberadaan para korban yang hingga kini belum diketahui nasibnya.
Helikopter penyelamat tersebut lepas landas dari ATS menuju Pantai Carita pada Sabtu pagi. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, menegaskan bahwa pemantauan dari udara sangat krusial mengingat luasnya area pencarian di Selat Sunda. Menurutnya, dengan bantuan helikopter ini, Tim SAR dapat menyisir kawasan yang sulit dijangkau oleh kapal laut biasa, termasuk area sekitar Gunung Anak Krakatau yang menjadi tujuan awal rombongan.
Kronologi kejadian bermula saat rombongan yang terdiri dari lima jurnalis foto dan tiga awak kapal berangkat menggunakan kapal cepat (speedboat) dari Dermaga Pagedongan, Carita, pada Senin (7/9) sekitar pukul 14.00 WIB. Tujuan utama mereka adalah melakukan peliputan mendalam terkait perkembangan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau. Namun, perjalanan tersebut berujung pilu setelah kapal yang mereka tumpangi kehilangan kontak dan dinyatakan hilang di tengah laut.
Adapun identitas kelima jurnalis yang hingga kini masih dalam proses pencarian intensif meliputi Muhammad Bagus Khoirunas (ANTARA), Arie Basuki (merdeka.com), Donal Husni (jurnalis lepas), Yudhistira (iNews), dan Daus (Anadolu). Selain para jurnalis, tiga orang lainnya yang turut berada di dalam kapal cepat tersebut adalah nakhoda kapal, seorang anak buah kapal (ABK), dan seorang pemandu wisata setempat.
Operasi udara yang dipimpin oleh kru berpengalaman seperti Kapten Pnb Dimas dan Kapten Pnb Zulham ini didukung oleh kondisi cuaca Pantai Carita yang terpantau cukup kondusif. Dengan tiupan angin tenang sekitar 2 knot dari arah timur ke barat serta jarak pandang mencapai 8 kilometer, tim pemantau udara dapat bekerja dengan optimal. Seluruh unsur SAR Gabungan di darat, laut, maupun udara terus bersinergi dan bergerak cepat sesuai rencana operasi dengan tetap mengutamakan faktor keselamatan.








