MANADO — Aktivitas vulkanik Gunung Karangetang yang berlokasi di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, kembali menjadi perhatian setelah menunjukkan peningkatan. Berdasarkan laporan pengamatan terbaru, gunung api aktif tersebut mencatatkan luncuran guguran lava pijar hingga sejauh 1.000 meter ke arah barat daya dan barat.
Humas Balai Pemantauan Gunung Api dan Mitigasi Bencana Gerakan Tanah Sulawesi-Maluku Kementerian ESDM, Refly Aror, mengungkapkan bahwa fenomena guguran lava pijar teramati jelas dalam periode pemantauan terkini. Selain meluncurkan material panas, kawah utara Gunung Karangetang juga memuntahkan asap putih tebal dengan ketinggian berkisar antara 10 hingga 500 meter dari atas puncak.
Melalui pantauan kamera pengawas (CCTV) pada malam hari, pemandangan pendaran sinar api dari kawah selatan terlihat membumbung sekitar 5 hingga 10 meter. Sementara itu, guguran lava pijar dari kawah utara meluncur terus menerus sejauh 700 hingga 1.000 meter ke sektor selatan dan barat daya.
Selain aktivitas visual, perekaman seismik menunjukkan pergerakan bawah permukaan yang cukup aktif. Petugas merekam 1 kali gempa guguran, 79 kali gempa embusan, 27 kali gempa tremor harmonik, serta beberapa kali gempa hibrid dan vulkanik dalam. Meskipun aktivitas kegempaan terbilang padat, tingkat status Gunung Karangetang saat ini masih dipertahankan pada Level II (Waspada).
Guna mengantisipasi risiko keselamatan, Kementerian ESDM mengeluarkan rekomendasi ketat bagi masyarakat setempat maupun wisatawan. Publik dilarang mendekat, mendaki, atau beraktivitas dalam radius 1,5 kilometer dari kawah utama (selatan) dan kawah dua (utara). Selain itu, area perluasan sektoral sejauh 2,5 kilometer ke arah selatan-barat daya juga dinyatakan tertutup untuk aktivitas warga.
Masyarakat yang mendiami bantaran sungai yang berhulu di puncak Karangetang diminta untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan. Tumpukan lava yang belum stabil sewaktu-waktu dapat runtuh menjadi awan panas guguran, serta memicu bahaya lahar hujan apabila terjadi curah hujan tinggi di area puncak.








