Polda Banten memberikan klarifikasi penting terkait proses pencarian rombongan wartawan yang dilaporkan hilang di perairan Selat Sunda. Melalui Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud), polisi menegaskan bahwa tiga barang yang ditemukan oleh kapal KN SAR Tetuka di sebelah timur Pulau Rakata dipastikan bukan milik para korban maupun kapal KM Arupadhatu 1 yang mereka tumpangi.
Langkah pemeriksaan ini dilakukan secara teliti guna memberikan informasi yang valid kepada publik. Penemuan barang-barang tersebut sempat menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat mengenai titik terang keberadaan para jurnalis yang hilang. Namun, setelah dicocokkan dengan manifes dan karakteristik kapal, dugaan tersebut resmi dipatahkan.
Kabidhumas Polda Banten, Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea, merinci hasil pemeriksaan fisik terhadap temuan tersebut. Barang yang diperiksa meliputi dua jaket keselamatan (life jacket) berwarna oranye, satu jeriken plastik biru, dan satu helm plastik merah. Berdasarkan konfirmasi dari pemilik kapal KM Arupadhatu 1, jaket keselamatan milik rombongan wartawan sebenarnya berwarna merah, kuning, dan ungu, serta tidak memiliki label tulisan khusus seperti barang temuan yang bertuliskan “MILLES.II”.
Ketidakcocokan juga ditemukan pada jeriken plastik berwarna biru. Polisi mendapati jeriken yang ditemukan tersebut berkapasitas 35 liter dengan tutup hitam dan berbau minyak sayur. Sementara itu, jeriken asli milik KM Arupadhatu 1 berkapasitas 30 liter, berwarna biru pudar, berbentuk lebih pendek, bertutup putih, dan digunakan untuk menampung bahan bakar jenis Pertamax. Selain itu, kapal yang ditumpangi rombongan tersebut diketahui tidak pernah menyediakan helm plastik merah seperti yang ditemukan petugas.
Pihak kepolisian mengimbau agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu liar yang beredar di media sosial. Kombes Pol Maruli menegaskan bahwa seluruh informasi resmi mengenai perkembangan pencarian akan dirilis secara berkala melalui jalur humas resmi kepolisian untuk menghindari kesimpangsiuran informasi demi kenyamanan keluarga korban.








