Pidie Jaya – Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, bergerak cepat melakukan normalisasi di muara Sungai Krueng Meureudu. Langkah taktis ini diambil guna memulihkan jalur transportasi laut bagi para nelayan setempat yang sempat lumpuh akibat pendangkalan hebat pascabencana hidrometeorologi pada akhir tahun lalu.
Pengerukan difokuskan terlebih dahulu pada sisi kiri hilir muara. Strategi ini diterapkan agar kapal nelayan dapat segera melintas tanpa harus menunggu seluruh proyek rampung sepenuhnya. Dengan demikian, roda perekonomian masyarakat pesisir yang menggantungkan hidup pada sektor perikanan tidak terhenti terlalu lama.
Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi, menegaskan pentingnya percepatan proyek ini saat meninjau langsung lokasi pengerjaan. Menurutnya, memprioritaskan pengerukan di sisi kiri merupakan langkah darurat yang paling logis agar nelayan bisa secepatnya melaut kembali.
“Kami mengarahkan agar pengerukan fokus di sebelah kiri terlebih dahulu. Jika harus menunggu seluruh muara selesai dikeruk, nelayan akan kehilangan mata pencaharian terlalu lama. Target kami, jalur kiri ini sudah bisa dilalui pada Agustus ini,” ujar Sibral.
Proyek normalisasi sepanjang 500 meter dengan target kedalaman empat meter ini menggunakan ekskavator amfibi untuk memaksimalkan hasil. Saat ini, progres fisik pengerjaan telah mencapai kisaran 35 hingga 40 persen. Pemerintah daerah menargetkan seluruh rangkaian proyek rampung sepenuhnya pada November 2026 mendatang.
Upaya pemulihan infrastruktur ini mendapat dukungan anggaran yang signifikan. Tahap awal dikucurkan dana sebesar Rp37 miliar dari Kementerian Pekerjaan Umum, disusul rencana tambahan anggaran sebesar Rp50 miliar pada akhir Agustus untuk memastikan proyek selesai tepat waktu.
Dukungan juga datang dari Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera. Perwakilan Satgas PRR dari Kementerian Dalam Negeri, Imran, mengingatkan pentingnya menyelesaikan proyek sebelum puncak musim hujan tiba pada periode Oktober hingga Desember.
Dengan dibukanya kembali akses muara Krueng Meureudu, diharapkan aktivitas perikanan di Pidie Jaya kembali menggeliat, meningkatkan taraf hidup nelayan, serta menstabilkan kembali pasokan pangan di wilayah Aceh.








