Pemerintah terus bergerak cepat dalam mengentaskan kemiskinan ekstrem di Indonesia melalui sektor pendidikan. Kementerian Sosial (Kemensos) bersama dengan 66 pemerintah daerah (Pemda) kini tengah mempercepat penyediaan lahan dan pemenuhan dokumen administratif untuk pembangunan Sekolah Rakyat permanen di berbagai wilayah tanah air.
Langkah strategis ini dibahas secara mendalam dalam Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Sekolah Rakyat yang berlangsung di Jakarta. Menteri Sosial, Saifullah Yusuf yang akrab disapa Gus Ipul, menegaskan bahwa proyek ini merupakan program prioritas yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto demi memberikan akses pendidikan layak bagi keluarga yang paling membutuhkan.
“Sekolah Rakyat merupakan persembahan langsung dari Presiden Prabowo untuk anak-anak dari keluarga tidak mampu. Melalui anggaran APBN, Kemensos berkolaborasi dengan kementerian lain serta Pemda untuk merealisasikan pembangunan ini,” ujar Gus Ipul.
Namun, penyediaan lahan diakui menjadi tantangan terbesar. Gus Ipul memaparkan bahwa proses pengadaan tanah harus dilakukan secara cermat, tertib, dan memenuhi seluruh regulasi teknis. Oleh sebab itu, Kemensos mempertemukan Pemda dengan berbagai instansi terkait seperti Kementerian PU, ATR/BPN, Kehutanan, Lingkungan Hidup, dan Perhubungan guna mengurai hambatan tata ruang dan lingkungan.
Hingga saat ini, pembangunan fisik Sekolah Rakyat permanen dilaporkan tengah berjalan di 104 titik di seluruh Indonesia. Progres pembangunan di sejumlah wilayah bahkan telah menyentuh angka 98 hingga 99 persen. Selain itu, terdapat 81 Sekolah Rakyat rintisan aktif yang tersebar di tujuh provinsi, mencakup Jawa Barat, Jawa Timur, Maluku, NTB, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, dan Riau.
Konsep Sekolah Rakyat sendiri didesain sebagai sekolah berasrama (boarding school) terpadu dengan fasilitas lengkap dan modern. Pemerintah ingin memastikan anak-anak miskin mendapatkan kualitas pengasuhan dan pembelajaran yang setara dengan sekolah umum berkualitas tinggi.
“Mengentaskan kemiskinan tidak bisa hanya mengandalkan bantuan sosial jangka pendek. Kita harus memberikan mereka ruang untuk belajar dan berkembang agar bisa memutus rantai kemiskinan secara permanen,” pungkas Gus Ipul.

