Suasana tenang di dalam gerbong khusus wanita KRL Commuter Line mendadak mendadak berubah menjadi kepanikan saat kereta merapat di Stasiun Rawa Buntu, Serpong, Tangerang Selatan. Kepulan asap tebal yang secara tiba-tiba membumbung dari dalam tas milik salah seorang penumpang perempuan memicu kekhawatiran para pengguna jasa transportasi massal tersebut.
Menanggapi kabar yang sempat viral di media sosial mengenai dugaan ledakan di dalam gerbong, pihak kepolisian dengan tegas membantah spekulasi liar tersebut. Petugas mengonfirmasi bahwa insiden ini murni dipicu oleh perangkat telepon seluler (HP) yang mengalami peningkatan suhu ekstrem hingga terbakar dan mengeluarkan asap di dalam tas, tanpa adanya ledakan sama sekali.
Anggota Binmas Rawa Buntu Polsek Serpong, Aipda Herry, menjelaskan bahwa sumber asap berasal dari dua unit ponsel yang disimpan secara berdekatan. Gesekan antarperangkat ditambah dengan suhu komponen yang memanas diduga kuat menjadi pemantik utama munculnya percikan api. Beruntung, kesiapsiagaan dan ketanggapan petugas keamanan KRL mampu meredam situasi dengan cepat mengamankan tas tersebut sebelum api membesar.
Akibat peristiwa ini, para penumpang di gerbong terdampak sempat diarahkan untuk turun saat KRL tiba di Stasiun Rawa Buntu. Kereta yang semula melayani rute perjalanan dari arah Serpong menuju Stasiun Sudimara tersebut sempat tertahan beberapa saat. Namun, berkat penanganan yang sigap dan terukur, operasional KRL Commuter Line langsung kembali berjalan normal tanpa menimbulkan gangguan lalu lintas kereta yang berarti.
Sebagai langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak terulang, kepolisian mengimbau seluruh masyarakat pengguna transportasi publik, khususnya rute Serpong-Tanah Abang PP, untuk lebih waspada dalam membawa dan menyimpan perangkat elektronik selama di perjalanan.
Masyarakat diingatkan untuk tidak menumpuk ponsel secara berlebihan di dalam tas yang minim sirkulasi udara guna mencegah gesekan dan overheating (panas berlebih). Selain itu, penumpang diminta selalu memperhatikan kondisi baterai gadget mereka serta segera melapor kepada petugas keamanan terdekat apabila mendapati adanya tanda-tanda tidak wajar seperti asap atau suhu perangkat yang terlalu panas demi keselamatan bersama.








