Kabar gembira bagi para pengguna transportasi publik di Ibu Kota. Integrasi antarmoda yang dinanti-nantikan di Stasiun Manggarai kini mulai terwujud nyata. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengumumkan bahwa seluruh halte Transjakarta yang terhubung langsung dengan Stasiun LRT Jakarta, khususnya di koridor Stasiun Manggarai, resmi dioperasikan mulai hari ini.
Langkah strategis ini diresmikan menyusul dibukanya jalur LRT Kelapa Gading-Manggarai. Pramono menegaskan bahwa halte-halte Transjakarta yang bersinggungan langsung dengan rute LRT akan langsung diaktifkan guna memudahkan mobilitas masyarakat tanpa jeda waktu yang lama.
Menariknya, sebagai bagian dari masa peresmian, tarif LRT Jakarta diberlakukan sangat murah, yakni hanya Rp8 untuk jangka waktu delapan hari ke depan. Sementara itu, tarif bus Transjakarta tetap normal di angka Rp3.500. Skema tarif ini diharapkan dapat menarik minat warga untuk beralih menggunakan transportasi umum terintegrasi.
Konektivitas Tiga Moda Transportasi Raksasa
Stasiun Manggarai diproyeksikan menjadi hub transportasi raksasa yang menyatukan tiga moda transportasi utama di Jakarta: Light Rail Transit (LRT), Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line, dan bus Transjakarta. Konektivitas tanpa hambatan ini diyakini akan mengurai kemacetan parah yang kerap terjadi di kawasan tersebut.
Meski integrasi fisik dengan Transjakarta sudah berjalan, koneksi langsung antara LRT dan KRL masih dalam tahap penyelesaian akhir. Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro), Iwan Takwin, mengungkapkan bahwa pihaknya sedang bekerja keras merampungkan jembatan penghubung (connecting path) kedua moda tersebut.
“Proses finalisasi sedang kami kebut. Target kami, integrasi fisik antara LRT, KRL, dan Transjakarta di Stasiun Manggarai ini akan rampung sepenuhnya dan dapat dinikmati masyarakat pada akhir September ini,” ujar Iwan optimistis.
Dengan terhubungnya ketiga moda transportasi ini, warga Jakarta akan mendapatkan kemudahan aksesibilitas yang luar biasa. Perpindahan penumpang dari kereta, LRT, hingga Transjakarta dapat dilakukan dalam satu kawasan terpadu tanpa perlu keluar ke jalan raya, menciptakan ekosistem transportasi publik yang modern, aman, dan efisien.








