JAKARTA — Aksi kemanusiaan tanpa batas kembali ditunjukkan oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI. Demi memastikan pemenuhan kebutuhan dasar para penyintas gempa bumi di wilayah pelosok, lembaga tanggap bencana ini berhasil menembus wilayah terisolasi di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Penyaluran bantuan paket logistik keluarga dilakukan secara langsung demi menyokong kehidupan warga terdampak.
Pulau Palue, yang menjadi rumah bagi sekitar 10.000 jiwa, menyajikan tantangan geografis yang tidak mudah. Berjarak kurang lebih 65 kilometer dari Maumere, ibu kota Kabupaten Sikka, pergerakan menuju lokasi membutuhkan perjuangan ekstra. Tim Baznas Tanggap Bencana (BTB) harus mengarungi lautan lepas selama 3 hingga 4 jam menggunakan armada perahu, sebelum melanjutkan perjalanan darat menembus medan berbukit terjal menuju titik-titik pengungsian.
Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, Idy Muzayyad, menegaskan bahwa hambatan geografis tidak akan mengurangi semangat untuk hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan. Pihaknya berkomitmen penuh untuk menjangkau setiap sudut daerah yang memerlukan uluran tangan, khususnya area yang terisolasi dari akses logistik utama.
Paket bantuan yang didistribusikan berisi aneka bahan pangan pokok esensial, seperti beras, minyak goreng, gula, biskuit, serta mi instan. Pasokan ini diharapkan dapat menjaga ketahanan pangan para pengungsi dalam beberapa hari ke depan. Baznas menargetkan total penyaluran sebanyak 1.000 paket sembako yang akan dikirimkan secara bergelombang sesuai dengan situasi dan pemetaan di lapangan.
Di samping mendistribusikan bantuan fisik, Baznas juga mengetuk hati seluruh lapisan masyarakat Indonesia untuk turut serta mengulurkan tangan. Perhatian dan solidaritas dari publik sangat berarti agar warga penyintas bencana gempa di Pulau Palue dan sekitarnya tidak merasa sendirian dalam menghadapi masa-masa sulit pascabencana.
Kehadiran tim relawan ini disambut dengan keharuan dan rasa syukur oleh masyarakat lokal. Y. Sawe, perwakilan penyintas gempa di Pulau Palue, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kesigapan Baznas yang datang membawa harapan di tengah kondisi darurat. Dukungan nyata ini menjadi amunisi moral yang sangat berharga bagi warga untuk segera bangkit memulihkan kehidupan mereka.








