BANDUNG – Kemeriahan pesta rakyat dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, mendadak berubah menjadi mencekam. Pawai karnaval yang seharusnya berlangsung dengan penuh suka cita justru berujung pada aksi kekerasan yang menyasar aparat keamanan setempat.
Dalam insiden tersebut, Danramil Cicalengka Kapten Inf Sumarna Chaerul dan Kapolsek Cicalengka Kompol Ade Rahmat dilaporkan menjadi korban pemukulan. Keduanya diserang oleh sejumlah oknum peserta saat berusaha meredakan ketegangan di tengah-tengah jalannya acara.
Kapolresta Bandung, Kombes Aldi Subartono, membenarkan kejadian tersebut dan menyatakan bahwa pihak kepolisian bergerak cepat mengamankan situasi. Hingga saat ini, polisi telah meringkus empat orang pria yang diduga kuat terlibat langsung dalam aksi pengeroyokan. Para pelaku yang kini mendekam di sel tahanan tersebut berinisial RF, IA, YP, dan F.
“Benar, empat orang pelaku sudah berhasil kami amankan dan saat ini sedang menjalani proses pemeriksaan intensif di Mapolresta Bandung,” ujar Kombes Aldi Subartono kepada awak media.
Berdasarkan kronologi yang dihimpun, keributan mulai pecah sekitar pukul 11.45 WIB. Saat itu, rombongan karnaval dari Desa Tenjolaya tengah melintas di depan podium Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) untuk menunjukkan kreativitas mereka di hadapan tim penilai. Namun, situasi mendadak memanas dan memicu perselisihan fisik di antara rombongan peserta.
Melihat kondisi yang mulai tidak kondusif, Kapolsek Kompol Ade Rahmat, Danramil Kapten Inf Sumarna Chaerul, bersama Camat Cicalengka Cucu Hidayat berinisiatif turun langsung dari podium untuk melerai dan menenangkan massa. Sayangnya, niat baik untuk meredam pertikaian tersebut justru direspons secara anarkis oleh sejumlah oknum peserta karnaval. Kapolsek dan Danramil langsung menjadi sasaran bogem mentah hingga mengalami luka-luka di bagian wajah.
Pihak kepolisian menegaskan tidak akan mentoleransi tindakan anarkis semacam ini. Kombes Aldi menambahkan bahwa penyelidikan masih terus dikembangkan guna memburu pelaku lain yang diduga ikut memprovokasi keadaan, termasuk salah satu terduga yang teridentifikasi menggunakan seragam organisasi kepemudaan saat kejadian berlangsung.








