TANGERANG SELATAN – Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) bergerak cepat merespons bencana gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Mengingat banyaknya jalur darat yang terputus total, Polri mengerahkan sejumlah armada udara andalan guna mempercepat proses evakuasi dan penyaluran bantuan ke wilayah-wilayah terisolir.
Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, Karo Penmas Divisi Humas Polri, mengungkapkan bahwa mobilitas udara menjadi kunci utama penanganan pascabencana ini. Polri telah menyiagakan satu unit pesawat Cassa yang digunakan oleh Kapolda NTT bersama unsur Forkopimda untuk meninjau langsung area terdampak, seperti Labuan Bajo dan Ende.
Tak hanya itu, tiga helikopter jenis AW-169 juga diterjunkan secara khusus. Helikopter-helikopter ini bertugas mendistribusikan logistik makanan dan obat-obatan ke titik-titik sulit yang tidak bisa dijangkau dengan kendaraan darat. Langkah ini diambil demi menjamin keselamatan warga yang terperangkap di zona merah bencana.
Pengerahan Pasukan Khusus K9 dan Bantuan Logistik
Selain armada udara untuk transportasi dasar, Mabes Polri juga memberangkatkan pesawat taktis Airbus C295 dari Mako Polisi Udara Pondok Cabe. Pesawat ini membawa 21 personel Direktorat Polisi Satwa beserta 10 ekor anjing pelacak (K9) yang memiliki keahlian khusus mendeteksi korban di balik reruntuhan bangunan.
Dalam misi kemanusiaan ini, Polri turut mengirimkan bantuan logistik seberat 2,5 ton. Bantuan tersebut meliputi tenda pleton, tenda darurat, alat penerangan Wontech, serta ratusan porsi makanan siap saji yang sangat dibutuhkan oleh para pengungsi di tenda darurat.
Fokus operasi penyelamatan saat ini diarahkan ke beberapa wilayah terdampak paling parah, meliputi Kabupaten Sikka, Manggarai, dan Manggarai Timur. Berdasarkan data terbaru, bencana alam ini telah mengakibatkan setidaknya 51 orang meninggal dunia dan merusak ratusan rumah serta fasilitas publik.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah menginstruksikan seluruh jajaran di Polda NTT untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam memetakan wilayah terisolir demi meminimalkan jumlah korban jiwa dan mempercepat pemulihan pascagempa.








