Pontianak kini tengah dikepung kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kian mengkhawatirkan. Menghadapi situasi darurat ini, kelompok relawan kemanusiaan yang tergabung dalam gerakan “Rumah Oksigen” bergerak cepat turun ke jalan. Mereka membagikan bantuan tabung oksigen gratis kepada warga setempat serta petugas pemadam kebakaran (damkar) yang tengah berjuang di garis depan pada Senin (14/9).
Inisiatif mulia ini lahir sebagai respons cepat atas melonjaknya kasus gangguan pernapasan akut atau ISPA di wilayah Pontianak dan sekitarnya. Kabut asap tebal yang menyelimuti kota tidak hanya membatasi jarak pandang secara drastis, tetapi juga mengancam kesehatan paru-paru masyarakat. Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta para petugas damkar yang terus terpapar asap tebal tanpa henti menjadi prioritas utama bantuan ini.
Sebelum memberikan tabung oksigen, para relawan Rumah Oksigen menerapkan prosedur pemeriksaan kesehatan standar yang cukup ketat. Mereka terlebih dahulu mengukur tekanan darah serta memeriksa tingkat saturasi oksigen dalam darah warga menggunakan alat pulse oximeter. Langkah medis preventif ini sangat penting untuk memastikan bahwa pasokan oksigen diberikan secara tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan klinis masing-masing individu.
Krisis karhutla tahun ini tercatat sebagai salah satu bencana ekologi terburuk yang melanda Indonesia dalam kurun waktu 11 tahun terakhir. Skala kebakaran yang masif memicu pelepasan emisi karbon dalam jumlah yang sangat mengkhawatirkan. Berdasarkan data pemantauan global, emisi akibat kebakaran hutan di Indonesia sepanjang periode 1 hingga 7 September saja telah menembus angka fantastis, yakni mencapai 19,7 juta metrik ton. Angka ini secara tragis menempatkan Indonesia sebagai penyumbang emisi karhutla tertinggi di dunia dalam periode tersebut.
Meskipun upaya pemadaman darat dan udara terus digencarkan oleh pemerintah, TNI, Polri, serta berbagai organisasi lingkungan, tantangan di lapangan masih sangat berat. Cuaca kering dan angin kencang mempersulit proses pemadaman. Di tengah situasi genting ini, aksi solidaritas dari komunitas lokal seperti relawan Rumah Oksigen menjadi angin segar yang sangat dibutuhkan warga untuk bertahan hidup di tengah kepungan asap beracun.








