Erupsi Gunung Semeru Beruntun Dini Hari Terdengar Gemuruh Dahsyat, BPBD Imbau Warga Waspada

Lumajang — Aktivitas vulkanik Gunung Semeru kembali meningkat signifikan pada Selasa (15/9) dini hari. Gunung tertinggi di Pulau Jawa dengan ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini tercatat mengalami serangkaian erupsi yang disertai dentuman serta suara gemuruh kuat. Getaran dan gemuruh tersebut sempat mengejutkan warga yang bermukim di kawasan lereng gunung di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Berdasarkan laporan dari Pos Pengamatan Gunung Semeru, letusan pertama terdeteksi pada pukul 00.10 WIB dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi sekitar 2 menit 25 detik. Erupsi susulan kembali terjadi pada pukul 01.23 WIB. Tak berhenti di situ, letusan ketiga meletus pada pukul 04.32 WIB dengan semburan kolom abu vulkanik menyentuh 1.000 meter di atas puncak. Letusan keempat menyulut pada pukul 05.27 WIB dengan tinggi kolom abu sekitar 800 meter yang membumbung tebal ke arah timur dan tenggara.

Read More

Meskipun raungan gemuruh terdengar cukup keras pada dini hari, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, Isnugroho, mengonfirmasi bahwa kondisi di lapangan tetap terkendali. Tidak ada laporan kerusakan maupun dampak buruk secara langsung, dan warga di lereng Semeru sudah kembali beraktivitas secara normal pada pagi harinya.

Saat ini, tingkat aktivitas Gunung Semeru masih bertahan pada Level III (Siaga). Pihak BPBD Lumajang bersama pihak berwenang terus menyuarakan imbauan ketat demi menjamin keselamatan warga dari ancaman bahaya erupsi susulan. Masyarakat diminta untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari pusat puncak erupsi.

Selain itu, warga juga diwajibkan menjauhi area dalam radius 500 meter dari tepi sungai sepanjang Besuk Kobokan karena adanya ancaman perluasan awan panas guguran dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer. Area steril lainnya meliputi radius 5 kilometer dari kawah puncak untuk menghindari risiko lontaran batu pijar. BPBD juga meminta masyarakat tetap waspada terhadap potensi lahar di sepanjang sungai berhulu puncak, seperti Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *