Ancaman Bencana Kemanusiaan: WHO Hentikan Pasokan Solar ke Rumah Sakit Gaza

Sektor pelayanan kesehatan di Jalur Gaza kembali berada di ambang keruntuhan total. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dilaporkan bakal menghentikan suplai bahan bakar minyak jenis solar ke lebih dari 20 rumah sakit dan pusat medis setempat. Langkah drastis ini terpaksa diambil akibat krisis defisit anggaran yang melanda lembaga kesehatan PBB tersebut.

Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Gaza, Munir al-Bursh, menegaskan bahwa keputusan ini akan memicu dampak fatal bagi operasional medis. Selama ini, pasokan bahan bakar yang masuk ke kawasan kantong tersebut sudah sangat terbatas. Penghentian bantuan BBM dipastikan akan membuat generator listrik—satu-satunya tumpuan energi rumah sakit—berhenti beroperasi secara permanen.

Read More

Dampak domino dari matinya generator ini dinilai sangat mengerikan. Tanpa suplai listrik, fasilitas krusial seperti unit perawatan intensif (ICU), ruang operasi, instalasi pembuat oksigen, dan mesin ventilator otomatis akan lumpuh. Kondisi ini secara langsung mempertaruhkan nyawa bayi prematur dalam inkubator, pasien penderita gagal ginjal yang membutuhkan dialisis, serta ribuan korban luka-luka.

Selain fasilitas perawatan medis, krisis BBM ini juga mengancam mobilisasi armada ambulans di seluruh penjuru Gaza. Sistem rantai dingin (cold chain) yang berfungsi menjaga kualitas penyimpanan vaksin dan obat-obatan penting pun terancam rusak. Al-Bursh mengutarakan bahwa pemutusan akses energi ke rumah sakit sama saja dengan tindakan pembunuhan perlahan terhadap para pasien.

Kondisi ini kian memprihatinkan lantaran penutupan jalur perbatasan vital seperti Kerem Shalom dan Rafah oleh militer Israel sejak konflik meletus pada akhir 2023. Akses masuknya bantuan kemanusiaan, suku cadang generator, serta pasokan minyak pelumas sangat dibatasi. Pemerintah setempat kini mendesak komunitas internasional, lembaga donor, dan PBB untuk segera mengambil langkah darurat demi menjamin kelangsungan pasokan energi bagi fasilitas kesehatan di Gaza.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *