Operasi Bawah Air Kapal Virgo: Kopaska dan KRI Canopus Dikerahkan Cari 129 Korban

Banjarmasin – Upaya pencarian terhadap 129 korban hilang akibat kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa terus diintensifkan. Guna memaksimalkan misi penyelamatan bawah air, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) resmi menerjunkan tim elite Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL serta Basarnas Special Group (BSG).

Kepala Basarnas, Mohammad Syafii, menjelaskan bahwa pengerahan personel dengan kualifikasi khusus ini ditujukan untuk mendukung operasi penyelamatan bawah air (underwater). Fokus pencarian kini diperkuat oleh kehadiran KRI Canopus, kapal survei hidrografi tercanggih milik Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) yang telah bersiap di lokasi kejadian.

Read More

KRI Canopus dilengkapi dengan teknologi sonar mutakhir dan drone bawah air yang mampu memetakan kondisi dasar laut secara presisi. Keberadaan teknologi ini diharapkan dapat mempercepat deteksi titik koordinat bangkai kapal maupun korban yang diduga masih terjebak.

Kendati demikian, tantangan alam di perairan Masalembo cukup berat. Mohammad Syafii mengungkapkan bahwa tim penyelam belum dapat diturunkan ke dasar laut karena faktor arus bawah laut yang sangat kuat dan membahayakan keselamatan. Operasi penyelaman taktis baru akan dimulai begitu kondisi cuaca dan arus laut dinilai aman bagi para personel.

“Kami mengutamakan keselamatan tim SAR di lapangan. Meskipun KRI Canopus dan drone bawah air sudah siap siaga memantau kondisi di bawah sana, penyelaman fisik masih menanti redanya arus ekstrem,” ujar Syafii dalam konferensi pers di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin.

Hingga saat ini, data menunjukkan bahwa dari total 243 penumpang Kapal Virgo Transport 8, sebanyak 114 orang telah berhasil dievakuasi. Rinciannya, 108 penumpang ditemukan selamat dan enam orang dinyatakan meninggal dunia. Sebanyak 86 korban di antaranya telah tiba dengan selamat di daratan Banjarmasin.

Kapal Virgo Transport 8 sendiri dilaporkan hilang kontak pada Minggu (13/9) dini hari sekitar pukul 02.00 WITA. Kapal yang bertolak dari Surabaya menuju Banjarmasin tersebut mengalami musibah di sekitar perairan Masalembo, sebuah kawasan yang dikenal memiliki karakteristik arus laut yang dinamis dan menantang.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *