KM Virgo 8 Terbalik di Laut Jawa, Basarnas Kerahkan Pasukan Elite dan Drone Laut

JAKARTA – Proses pencarian dan penyelamatan korban kecelakaan laut KM Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa kini memasuki fase krusial. Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) melaporkan bahwa kapal motor tersebut saat ini ditemukan dalam posisi terbalik dan terapung telungkup di tengah lautan. Meskipun kondisinya memprihatinkan, titik koordinat kapal yang telah teridentifikasi dengan pasti kini menjadi modal penting bagi tim penyelamat untuk mengoptimalkan operasi kemanusiaan ini.

Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, menjelaskan bahwa penemuan posisi pasti (datum) kapal membuat strategi pencarian mengalami penyesuaian. Tim SAR gabungan memutuskan mempersempit wilayah penyisiran dari sebelumnya delapan sektor menjadi enam sektor. Langkah taktis ini diambil guna memastikan jalannya evakuasi berlangsung lebih fokus, efektif, dan efisien demi menyelamatkan korban yang diduga masih terjebak atau terapung di sekitar bangkai kapal.

Read More

Guna memaksimalkan misi penyelamatan di bawah air, Basarnas tidak bekerja sendirian. Pasukan elite Basarnas Special Group (BSG) diterjunkan langsung ke lokasi kejadian, bahu-membahu dengan Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL serta tim penyelam andal lainnya. Menariknya, pencarian bawah laut kali ini juga memanfaatkan teknologi mutakhir berupa drone bawah laut milik TNI AL untuk memetakan kondisi di bawah permukaan air tanpa membahayakan penyelam secara langsung.

Selain tim penyelam, kekuatan udara dan laut dikerahkan secara masif pada hari kedua pencarian. Lima unit armada udara yang terdiri dari berbagai helikopter jenis Dauphin milik Basarnas, TNI AL, dan Kepolisian, serta pesawat CN-235 dan Cessna Caravan BNPB, aktif memantau dari langit. Di permukaan laut, sebanyak 17 kapal perang dan kapal penyelamat, termasuk KRI I Gusti Ngurah Rai dan KN SAR Laksamana, terus menyisir area target.

Hingga saat ini, dari total 243 penumpang dan kru kapal yang dilaporkan berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin, tim gabungan telah berhasil mengevakuasi 114 orang. Rinciannya, 108 korban dinyatakan selamat, 6 orang meninggal dunia, sedangkan 129 orang lainnya masih dalam proses pencarian intensif. Basarnas optimis bahwa sinergi lintas sektoral ini dapat mempercepat proses evakuasi korban yang tersisa.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *