Kecelakaan KM Virgo 8 di Laut Jawa: Pemilik Bantah Isu Kapal Tidak Layak Berlayar

Insiden terbaliknya Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa memicu sorotan tajam publik, terutama terkait kelaikan armada yang telah berusia hampir empat dekade tersebut. Menanggapi spekulasi liar yang beredar, pihak operator, PT Virgo Karya Shipping, dengan tegas membantah tudingan bahwa kapal tipe Roll-on/Roll-off (Ro-Ro) tersebut dalam kondisi tidak layak berlayar.

General Manager PT Virgo Karya Shipping, Yoel Rihi, menegaskan bahwa seluruh armada yang mereka operasikan selalu mengedepankan standar keselamatan yang ketat sesuai dengan regulasi perundang-undangan pelayaran yang berlaku. Ia meluruskan pandangan skeptis masyarakat mengenai usia kapal yang kerap dikaitkan langsung dengan risiko kecelakaan laut.

Read More

“Kapal itu mesin, bukan barang organik yang menua lalu membusuk,” ujar Yoel saat memberikan keterangan resmi di Surabaya. Menurutnya, performa kapal tidak bisa diukur semata-mata dari tahun pembuatannya karena komponen mesin, plat lambung, hingga sistem navigasi dapat terus diperbarui, dimodifikasi, bahkan diganti secara berkala demi menjaga kinerjanya tetap prima.

Sebagai bukti nyata komitmen keselamatan, Yoel membeberkan bahwa KM Virgo 8 baru saja menyelesaikan perawatan menyeluruh (full docking) pada Februari 2026. Selain itu, seluruh dokumen administratif penunjang, termasuk Surat Persetujuan Berlayar (SPB) dan sertifikat kelaiklautan, dipastikan sah dan aktif sebelum kapal meninggalkan pelabuhan.

Melirik rekam jejaknya, KM Virgo Transport 8 merupakan kapal buatan galangan kapal ternama Shin Kurushima Onishi, Jepang, pada tahun 1987. Sebelum diakuisisi oleh PT Virgo Karya Shipping pada transisi tahun 2025–2026, kapal berkapasitas 4.277 Gross Tonnage (GT) ini melayani rute domestik di Jepang selama puluhan tahun dengan nama Ferry Kurushima.

Setelah resmi berganti bendera menjadi Indonesia, kapal sepanjang 119 meter ini diterjunkan untuk melayani rute komersial dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menuju Pelabuhan Trisakti Banjarmasin mulai Juli 2026. Sayangnya, baru sekitar dua bulan beroperasi di rute baru tersebut, armada yang membawa 243 penumpang ini mengalami nasib tragis di perairan Laut Jawa pada Minggu (13/9) dini hari.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *