Dua siswi korban keracunan massal program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, kini telah dirujuk ke rumah sakit di Jakarta untuk mendapatkan perawatan intensif. Langkah medis darurat ini diambil atas instruksi langsung dari Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, guna memastikan penanganan terbaik bagi kedua korban.
Namun, di luar kondisi fisik yang memprihatinkan, kedua siswi bernama Febiona dan Agnesia ini dilaporkan mengalami tekanan psikologis berat. Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, mengungkapkan bahwa kondisi mental kedua anak tersebut terguncang akibat aksi perundungan siber (cyberbullying) dan berbagai komentar negatif dari netizen di media sosial.
“Anak-anak ini tidak hanya butuh pemulihan fisik, tetapi juga mentalnya. Saya memohon kepada publik dan rekan media untuk tidak terlalu membesar-besarkan pemberitaan ini. Mereka sangat tertekan karena dituduh seolah-olah hanya mencari perhatian,” ujar Bobby Nasution saat memberikan keterangan di Bandara Kualanamu.
Bobby menegaskan bahwa imbauan untuk meredam pemberitaan ini murni demi mempercepat proses penyembuhan psikis korban, bukan untuk menutupi kasus keracunan tersebut. Saat ini, tim dokter juga telah meminta kedua siswi untuk membatasi aktivitas di media sosial guna menghindari paparan komentar negatif yang memperburuk kondisi trauma mereka.
Sebagai informasi, kasus keracunan massal ini terjadi pada 13 Agustus 2026 lalu, yang berdampak pada 353 pelajar di Kabupaten Karo setelah mengonsumsi paket Makan Bergizi Gratis. Sebagian besar korban telah pulih, namun Febiona dan Agnesia memerlukan penanganan khusus. Febiona dilaporkan sempat mengalami kejang-kejang dan gangguan ingatan, sedangkan Agnesia didiagnosis mengalami gangguan pada fungsi ginjalnya.
Untuk memastikan penanganan berjalan sinkron, tim dokter spesialis dari Sumatera Utara turut mendampingi kedua pasien selama masa perawatan di Jakarta. Kolaborasi medis ini diharapkan mampu memulihkan kesehatan fisik sekaligus trauma psikis yang dialami kedua korban secara optimal.








