Setelah menanti hampir setengah abad, Provinsi Jawa Tengah akhirnya kembali dipercaya menjadi tuan rumah ajang keagamaan bergengsi, Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI tahun 2026. Terakhir kali provinsi ini menjadi tuan rumah adalah pada tahun 1979 silam. Momentum bersejarah ini disambut hangat oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dalam acara peluncuran yang berlangsung meriah di halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah.
Ahmad Luthfi menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada Kementerian Agama serta Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Pusat atas kepercayaan besar ini. Ia menegaskan bahwa gelaran MTQ Nasional tidak sekadar menjadi ajang kompetisi religi, tetapi juga memiliki peran strategis sebagai perekat persaudaraan bangsa yang mempertemukan berbagai kafilah dari 37 provinsi di Indonesia.
Selain memperkuat ukhuwah Islamiyah, perhelatan akbar ini juga membawa dampak ekonomi yang sangat signifikan bagi Jawa Tengah. Lonjakan kunjungan diperkirakan mencapai ribuan tamu, yang secara langsung mendongkrak tingkat okupansi hotel, bisnis kuliner, hingga jasa penyewaan transportasi lokal. Kehadiran para kepala daerah dari berbagai penjuru Nusantara semakin menegaskan skala besar dari festival keagamaan ini.
Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, turut memberikan pandangannya mengenai esensi MTQ di Indonesia. Menurutnya, MTQ kini telah bertransformasi menjadi pesta rakyat yang inklusif, di mana kemeriahannya dapat dirasakan oleh seluruh elemen masyarakat tanpa memandang latar belakang agama. Tingginya antusiasme daerah untuk menjadi tuan rumah juga memicu wacana agar festival pemuliaan Al-Qur’an ini dapat diselenggarakan lebih sering guna mengakomodasi minat yang luar biasa dari berbagai wilayah.
Pada gelaran ke-31 ini, MTQ Nasional akan diikuti oleh sedikitnya 2.242 peserta yang siap berkompetisi dalam delapan cabang dan 24 golongan lomba. Untuk pertama kalinya, ajang ini juga akan menghadirkan eksibisi khusus tilawah bagi penyandang disabilitas sensorik rungu wicara. Seluruh rangkaian lomba nantinya akan disebar di berbagai lokasi strategis di Kota Semarang, menjanjikan perpaduan harmoni antara syiar agama, sportivitas, dan keramahan khas Jawa Tengah.








