Kebakaran Gunung Bromo Meluas ke Bukit Teletubbies, 17 Ribu Liter Air Dikerahkan

Kawasan ikonik Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) kembali menghadapi ujian berat. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dilaporkan kembali melanda wilayah sekitar Gunung Bromo pada Kamis (10/9). Embusan angin yang sangat kencang di lokasi mempercepat perambatan kobaran api hingga meluas ke area wisata populer, Bukit Teletubbies. Peristiwa ini memicu kekhawatiran mendalam bagi kelestarian ekosistem serta kelangsungan sektor pariwisata setempat.

Menanggapi situasi darurat yang kian mengkhawatirkan, tim gabungan dari berbagai unsur seperti BNPB, Manggala Agni, TNI, Polri, dan relawan masyarakat peduli api langsung bergerak cepat. Mengingat medan yang terjal dan sulit dijangkau melalui jalur darat, otoritas terkait mengerahkan helikopter khusus untuk melakukan operasi udara. Upaya water bombing atau pengeboman air digencarkan dengan menjatuhkan sedikitnya 17.000 liter air yang diarahkan langsung ke 10 titik panas (hotspot) paling krusial.

Read More

Tantangan utama yang dihadapi petugas di lapangan adalah kondisi cuaca ekstrem. Angin kencang yang bertiup tidak menentu serta vegetasi semak belukar yang mengering akibat musim kemarau panjang membuat api sangat cepat melompat dan menciptakan titik api baru. Hingga saat ini, estimasi total luas lahan yang terdampak kebakaran di kawasan Gunung Bromo telah membengkak hingga mencapai 1.120 hektare.

Kerusakan lingkungan ini membawa dampak domino yang cukup signifikan. Selain mengancam habitat satwa liar dan merusak vegetasi endemik, sektor ekonomi lokal yang mengandalkan kunjungan wisatawan juga terancam lumpuh. Bukit Teletubbies, yang biasanya menyuguhkan pemandangan sabana hijau nan indah dan menjadi spot foto favorit pelancong, kini sebagian besar tertutup abu hitam pekat.

Pihak Balai Besar TNBTS bersama kepolisian terus menyelidiki penyebab pasti kebakaran ini sembari mengimbau masyarakat maupun wisatawan agar tidak melakukan aktivitas yang memicu percikan api, seperti membuang puntung rokok sembarangan atau membuat api unggun. Pemantauan intensif di area rawan masih terus dilakukan agar bencana serupa tidak meluas ke area pemukiman warga terdekat.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *