Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang berlokasi di kawasan perairan Selat Sunda kembali menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan. Sebuah rekaman video milik warga setempat berhasil mengabadikan momen langka sekaligus menegangkan, di mana fenomena air mancur lava atau lava fountain menyembur deras menjulang tinggi ke angkasa di tengah kegelapan malam saat erupsi berlangsung.
Rangkaian letusan beruntun tersebut dilaporkan terjadi secara intensif sejak Jumat hingga Sabtu dini hari. Melihat dinamika erupsi yang kian melonjak, otoritas kebencanaan dan geologi menetapkan tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau berada pada status Level III (Siaga). Peningkatan status ini menandakan bahaya yang nyata bagi kawasan di sekitar kawah dan perairan sekitarnya.
Para peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memberikan peringatan mengenai sebaran dampak dari letusan ini. Kolom asap tebal bercampur abu vulkanik pekat yang dimuntahkan dari perut bumi diprediksi mampu membumbung tinggi hingga belasan kilometer di atas permukaan laut. Tergantung pada arah dan kecepatan angin di lapisan atmosfer atas, sebaran partikel abu halus ini dinilai berpotensi menjangkau kawasan yang sangat jauh, bahkan melintasi batas wilayah menuju beberapa negara tetangga.
Menanggapi potensi bahaya yang ditimbulkan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bekerja sama dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) merilis instruksi keselamatan secara ketat. Seluruh elemen masyarakat, termasuk nelayan, pelaku industri pelayaran, hingga wisatawan, diimbau keras untuk menghentikan segala bentuk aktivitas di zona bahaya, yakni dalam radius minimal tiga kilometer dari kawah aktif.
Masyarakat yang bermukim di sepanjang pesisir Selat Sunda, baik di wilayah Banten maupun Lampung, diminta untuk tetap tenang namun tidak mengabaikan kewaspadaan. Imbauan untuk selalu menyiapkan masker pelindung dan memantau pembaruan informasi resmi dari PVMBG serta pemerintah daerah menjadi sangat krusial guna mengantisipasi bahaya hujan abu maupun potensi dinamika vulkanik susulan.








