Kabut Asap Kalbar Mengkhawatirkan, Udara Kubu Raya dan Mempawah Masuk Kategori Berbahaya

Bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat kini berada pada tingkat yang sangat mengkhawatirkan. Wilayah Kabupaten Kubu Raya dan Kabupaten Mempawah dilaporkan telah diselimuti udara dengan status “hitam” alias sangat berbahaya bagi kesehatan manusia. Peningkatan konsentrasi partikel debu halus ini memicu lonjakan drastis pada kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah masyarakat.

Berdasarkan pemantauan terbaru dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), angka konsentrasi partikulat PM2.5 di kedua wilayah tersebut telah melampaui ambang batas aman. Di Kubu Raya, indeks PM2.5 tercatat menembus 385.2 µg/m³, sementara di Mempawah angkanya jauh lebih tinggi, yakni mencapai 448.1 µg/m³. Sebagai informasi, batas maksimal untuk kategori udara berbahaya adalah 250.51 µg/m³. Partikel PM2.5 yang berukuran sangat kecil ini sangat diwaspadai karena bisa langsung meresap ke aliran darah saat dihirup, memicu risiko penyakit pernapasan hingga gangguan kardiovaskular.

Read More

Lonjakan polusi udara ini berbanding lurus dengan masifnya titik panas (hotspot) yang mengepung Kalimantan Barat. Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan adanya lonjakan tajam jumlah hotspot di Kalbar, dari yang semula 3.533 titik kini membengkak menjadi 7.377 titik dalam kurun waktu singkat. Lonjakan ini menjadikan Kalbar sebagai salah satu wilayah dengan penambahan titik panas paling signifikan di Indonesia.

Dampak kesehatan dari polusi ekstrem ini pun mulai nyata dirasakan warga. Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat mencatat akumulasi kasus ISPA dari awal tahun hingga akhir Agustus telah menembus angka luar biasa, yakni 165.727 kasus. Peningkatan kunjungan pasien dengan keluhan sesak napas dan batuk dilaporkan terus memadati puskesmas serta fasilitas kesehatan setempat sejak akhir Mei lalu.

Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar ruangan, serta wajib menggunakan masker standar medis jika terpaksa keluar rumah. Sinergi antara tim pemadam kebakaran hutan dan kesadaran masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar menjadi kunci utama untuk meredam bencana lingkungan yang terus berulang ini.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *