Organisasi masyarakat Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya akhirnya memberikan klarifikasi resmi mengenai kehadiran sang ketua umum, Hercules, di tengah situasi mencekam demonstrasi dekat Gedung DPR RI pada Selasa, 27 Agustus lalu. Kehadiran tokoh kontroversial tersebut sempat memicu spekulasi liar setelah rekaman videonya viral di berbagai platform media sosial.
Melalui Divisi Hukum GRIB Jaya, Wilson Colling, pihak organisasi membenarkan bahwa Hercules memang berada di lokasi kejadian. Kendati demikian, Wilson menegaskan bahwa keberadaan sang ketua umum harus dipahami secara jernih dan objektif, disesuaikan dengan konteks situasi keamanan malam itu.
Menurut keterangan Wilson, kehadiran Hercules di lapangan murni merupakan langkah persuasif guna memantau situasi serta menjaga ketertiban lingkungan sekitar. Ia membantah keras tudingan yang menyebut ormas tersebut ingin memperkeruh suasana atau melakukan provokasi fisik terhadap massa aksi.
“Kehadiran beliau di sana justru untuk memantau keadaan agar tetap kondusif. Secara organisasi, GRIB Jaya sama sekali tidak pernah mengeluarkan instruksi untuk ikut serta dalam aksi demonstrasi tersebut,” tegas Wilson dalam rilis persnya.
Terkait potongan video yang beredar di mana terdengar seruan “pulang, pulang” dari pihak Hercules, Wilson menjelaskan bahwa ucapan tersebut adalah imbauan preventif yang positif. Ketika batas waktu penyampaian aspirasi telah habis dan potensi gesekan antarkelompok mulai meningkat, ajakan untuk membubarkan diri secara damai dinilai sebagai langkah rasional untuk mencegah konflik yang lebih besar.
GRIB Jaya juga menyayangkan maraknya narasi sepihak di ruang digital yang menyudutkan ketua umum mereka. Wilson mengingatkan publik agar tidak mudah menghakimi seseorang hanya berdasarkan potongan video berdurasi pendek tanpa melihat kronologi utuh peristiwa tersebut.
Sementara itu, pihak kepolisian melalui Polda Metro Jaya menyatakan masih mendalami dugaan keterlibatan ormas dalam kerusuhan tersebut. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, meminta masyarakat untuk bersabar dan tidak mudah terprovokasi oleh disinformasi serta hoaks yang beredar luas di jagat maya.








