Gelaran Dieng Culture Festival (DCF) XVI 2026 tidak hanya menyajikan pesona budaya yang memikat wisatawan, tetapi juga menjadi ladang perputaran ekonomi yang luar biasa. Salah satu magnet baru yang sukses mencuri perhatian adalah Festival Kopi Dieng. Berlangsung selama tiga hari dari tanggal 28 hingga 30 Agustus 2026 di Desa Dieng Kulon, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, festival ini berhasil membukukan nilai transaksi yang fantastis, yakni mencapai Rp15 miliar.
Pencapaian luar biasa ini dikonfirmasi langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Banjarnegara, Tursiman. Ia mengungkapkan rasa bangganya atas kesuksesan agenda yang baru dirintis dalam rangkaian DCF tersebut. Menurutnya, potensi ekonomi dari komoditas kopi ini sangat besar dan mampu menjadi motor penggerak kesejahteraan masyarakat setempat.
“Di Festival Kopi ini saja, nilai transaksi yang tercatat berkisar di angka Rp15 miliar. Ini adalah hasil yang sangat luar biasa untuk sebuah acara yang baru pertama kali diintegrasikan ke dalam rangkaian DCF 2026,” ujar Tursiman optimistis.
Keberhasilan festival ini tidak lepas dari keberagaman produk yang ditawarkan. Festival Kopi Dieng menyajikan berbagai varian kopi unggulan dari seluruh penjuru nusantara. Sebanyak 14 pegiat Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) dari berbagai wilayah Indonesia turut berpartisipasi di bawah fasilitasi Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum.
Tak hanya itu, potensi lokal Banjarnegara juga unjuk gigi dengan menghadirkan 35 produk kopi khas dari berbagai kecamatan di wilayah tersebut. Sinergi antara kopi nasional dan lokal ini menciptakan ekosistem pasar yang hidup, menarik minat para pencinta kopi, kolektor, hingga pelaku bisnis skala besar.
Pemerintah Kabupaten Banjarnegara pun kini tengah bersiap untuk terus ‘tancap gas’ dalam memaksimalkan potensi alam dan komoditas kopi ini. Tursiman berharap, melalui pengembangan festival ini, pasar kopi Banjarnegara dapat semakin meluas, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga merambah kancah internasional. Langkah strategis ini diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah kopi dari hulu hingga hilir, sekaligus memperkuat sektor pariwisata berbasis ekonomi kreatif di dataran tinggi Dieng.








