Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi meluncurkan platform inovatif bernama Digiskillbadge guna memperkuat ekosistem portofolio siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di seluruh Indonesia. Terobosan digital ini hadir sebagai solusi konkret dalam menjembatani talenta muda kejuruan dengan kebutuhan industri modern yang dinamis.
Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (Dirjen Dikmen Diksus) Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin, menekankan pentingnya dokumentasi kompetensi sejak dini. Melalui platform ini, siswa diajak untuk lebih peduli terhadap rekam jejak keahlian mereka agar lebih mudah dilirik oleh perusahaan dan pencari kerja.
Digiskillbadge tidak hanya merangkum prestasi akademis atau sertifikasi kompetensi saja. Platform ini dirancang komprehensif untuk merekam berbagai aspek pengalaman siswa, mulai dari program magang (PKL), keikutsertaan dalam proyek industri, hingga keterampilan non-teknis (soft skills) yang relevan. Keberadaan portofolio digital yang utuh ini memudahkan industri untuk memetakan potensi lulusan secara akurat.
Tatang mengibaratkan platform ini layaknya profil profesional digital yang mampu membangun personal branding kuat bagi siswa SMK. Melalui platform ini, siswa didorong untuk terus meningkatkan kompetensi dan memperbarui portofolionya secara mandiri. Alhasil, ketika lulus, mereka tidak sekadar mengandalkan ijazah formal, melainkan memiliki bukti nyata kapabilitas kerja yang siap diuji.
Selain meningkatkan daya tawar di pasar kerja, Digiskillbadge juga berfungsi sebagai peta jalan perkembangan diri siswa selama menempuh pendidikan di SMK. Dengan ekosistem yang terintegrasi, guru dan sekolah juga dapat memantau kesiapan kerja siswa mereka secara langsung. Ke depan, integrasi teknologi ini diharapkan mampu menciptakan sistem link-and-match yang jauh lebih efisien.
Acara peluncuran yang diselenggarakan di Faculty Club UI, Depok, Jawa Barat ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan pendidikan kejuruan. Dengan adanya Digiskillbadge, Kemendikdasmen berkomitmen mengurangi angka pengangguran lulusan SMK dan mempercepat penyerapan tenaga kerja terampil di berbagai sektor industri strategis tanah air.







