Yogyakarta – Komitmen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak berkebutuhan khusus kembali diwujudkan secara nyata. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mempercepat Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Revitalisasi Satuan Pendidikan guna menyediakan sarana belajar yang ramah, aman, dan memadai bagi lebih dari 164 ribu peserta didik difabel di tanah air.
Percepatan perbaikan sarana ini ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama (MoU) revitalisasi Sekolah Luar Biasa (SLB) tahun 2026 sekaligus peresmian fasilitas hasil pembenahan tahun 2025 di SLB Tunas Bakti, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa pada tahun 2026 mendatang, Kemendikdasmen menargetkan pembenahan bagi 71.744 satuan pendidikan di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 114 SLB yang membina 164.294 murid difabel masuk ke dalam skema prioritas pembenahan infrastruktur.
“Layanan pendidikan untuk SLB dan sekolah inklusi adalah wujud komitmen penuh dalam menjalankan amanat Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional. Anak-anak ini merupakan sosok differently abled, artinya mereka memiliki keunikan sekaligus potensi luar biasa yang wajib kita dukung secara maksimal,” ujar Abdul Mu’ti di Bantul.
Selain peningkatan kualitas bangunan, pemerintah turut melengkapi sekolah dengan fasilitas teknologi modern berupa Interactive Flat Panel (IFP) sebanyak tiga unit untuk tiap sekolah pada tahun ini. Tak hanya itu, pelatihan intensif juga diberikan kepada lebih dari 1.500 guru pendidikan inklusif untuk mendongkrak kualitas kegiatan belajar-mengajar.
Di SLB Tunas Bakti sendiri, pembenahan fisik mencakup rehabilitasi total enam ruang kelas, pembangunan laboratorium keterampilan tata boga, penataan area aktivitas luar ruang yang aman, hingga pengecatan ulang gedung sekolah. Sebelumnya, para murid dan tenaga pengajar harus menghadapi kendala serius seperti atap bocor saat hujan dan minimnya ruang praktikum.
Langkah taktis Kemendikdasmen ini menuai apresiasi positif dari Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto. Menurutnya, pembenahan fasilitas fisik SLB merupakan investasi jangka panjang yang sangat krusial untuk mencetak generasi difabel yang mandiri, percaya diri, dan berdaya saing tinggi.
Secara nasional, hingga pertengahan tahun 2026, program revitalisasi Kemendikdasmen telah menjangkau 1.609 satuan pendidikan dengan total alokasi anggaran mencapai Rp2,02 triliun. Alokasi ini mencakup sektor pendidikan khusus dan kejuruan, termasuk pembenahan 264 SLB dengan nilai bantuan sebesar Rp287,40 miliar.








