Monyet Liar Teror Permukiman di Legok Tangerang, Diduga Imbas Kemarau

TANGERANG – Fenomena alam akibat musim kemarau mulai berdampak pada perilaku satwa liar. Baru-baru ini, warga Desa Bojong Kamal, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, Banten, diresahkan oleh kemunculan kawanan monyet liar yang berkeliaran bebas di kawasan permukiman mereka. Hewan-hewan primata tersebut nekat masuk ke rumah-rumah dan warung milik warga demi mencari makanan.

Kemunculan kawanan monyet dewasa ini pertama kali dilaporkan secara intensif pada Sabtu sore. Kehadiran mereka yang tiba-tiba membuat suasana desa mencekam. Sebagian besar warga memilih untuk mengunci rapat pintu dan jendela rumah mereka. Langkah ini diambil demi menghindari potensi serangan dari monyet liar, terutama terhadap anak-anak kecil yang rentan menjadi korban.

Aksi kawanan monyet ini dinilai cukup merusak. Tidak hanya mencari sisa makanan, kawanan primata tersebut dilaporkan merusak genteng atau atap rumah warga serta mengacak-acak barang dagangan di warung setempat. Amanda, salah satu warga setempat, mengungkapkan kekhawatirannya yang mendalam terhadap situasi ini.

“Saya melihat ada lebih dari tiga ekor sejak pagi hari. Mereka masuk dari arah kali dekat sini, lalu melompat ke atas atap rumah. Kami sangat resah karena di lingkungan ini banyak anak kecil. Kami khawatir mereka dicakar atau digigit. Kami berharap petugas bisa segera mengamankan monyet-monyet itu,” ujar Amanda cemas.

Merespons aduan warga, tim pemadam kebakaran (Damkar) dari Pos Legok langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi. Kendati demikian, proses penangkapan yang sempat menjadi tontonan warga tersebut belum membuahkan hasil. Petugas di lapangan menemui kendala berupa keterbatasan peralatan yang memadai untuk menangkap hewan liar yang lincah tersebut.

Berdasarkan analisis awal, pihak Damkar menduga kawanan monyet ini terpaksa keluar dari habitat aslinya di sekitar daerah aliran sungai karena kondisi sungai yang mengering akibat musim kemarau panjang. Menyikapi kendala evakuasi, pihak pemadam kebakaran berencana untuk segera berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jakarta guna mempercepat penanganan konflik satwa dan manusia ini.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *