Lega! Kebakaran Taman Nasional Way Kambas Padam, Bagaimana Kondisi Gajah Sumatra?

Kabar lega datang dari Lampung Timur. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hebat yang melanda kawasan konservasi Taman Nasional Way Kambas (TNWK) akhirnya berhasil dijinakkan oleh tim gabungan. Di tengah kekhawatiran publik yang meluas, Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memastikan bahwa seluruh populasi Gajah Sumatra (Elephas maximus sumatranus), baik yang hidup liar maupun di Pusat Konservasi Gajah (PKG), dalam kondisi aman dan selamat.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerjasama Luar Negeri Kemenhut, Ristianto Pribadi, mengonfirmasi bahwa titik api di wilayah Resor Kuala Penet berhasil dipadamkan sepenuhnya pada Sabtu malam. Berdasarkan pemantauan intensif di lapangan, kawanan gajah liar terdeteksi berada di zona utara taman nasional yang jaraknya cukup jauh dari pusat kobaran api. Sementara itu, gajah-gajah di pusat penangkaran juga dipastikan berada di area steril yang tidak terjangkau dampak kebakaran.

Read More

Perjuangan memadamkan si jago merah bukanlah perkara mudah. Sebanyak 250 personel gabungan yang terdiri dari unsur Balai TNWK, Polda Lampung, TNI, pemerintah daerah, hingga Masyarakat Peduli Api bahu-membahu meredam amuk api sejak Jumat lalu. Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari, mengungkapkan tantangan berat yang dihadapi tim di lapangan, mulai dari tiupan angin kencang hingga medan gambut yang sulit ditembus kendaraan.

“Karakteristik lahan gambut dan minimnya akses air membuat petugas harus berjuang ekstra keras. Bahkan, sebagian besar personel terpaksa berjalan kaki cukup jauh untuk mencapai titik api,” jelas Yuni. Berkat sinergi yang solid, api yang sempat melalap area yang diperkirakan mencapai 673 hektare tersebut berhasil dipadamkan total sekitar pukul 19.30 WIB.

Meski api utama sudah padam, petugas tidak mau kecolongan. Proses pendinginan (cooling down) terus dilakukan secara intensif untuk mencegah munculnya kembali bara api tersembunyi di bawah permukaan tanah gambut. Pemantauan berkala terhadap pergerakan satwa juga tetap diperketat demi memastikan perlindungan ekosistem Way Kambas berjalan optimal pasca-bencana.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *