Karhutla Kalimantan Selatan Hanguskan 8.900 Hektare Lahan, BNPB Gempur Titik Api lewat Udara dan Darat

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel) telah menghanguskan sekitar 8.900 hektare lahan. Guna mengantisipasi dampak yang lebih meluas, BNPB bersama tim gabungan terus melancarkan operasi pemadaman intensif baik lewat jalur darat maupun udara di enam provinsi rawan bencana.

Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi BNPB, Brigjen TNI Djohan Darmawan, menjelaskan bahwa konsentrasi titik api (hotspot) di Kalimantan Selatan berada pada level yang cukup mengkhawatirkan. Beberapa titik krusial berada di wilayah Ring 1, yaitu kawasan penyangga transportasi udara yang mendekati bandara, Kota Banjar, Kota Banjarbaru, serta Kabupaten Tanah Laut.

Read More

Tingginya intensitas kebakaran ini bahkan sempat memicu kepulan kabut asap tebal pada pertengahan Agustus lalu. “Sekitar tanggal 19 hingga 20 Agustus, kabut asap sempat muncul, khususnya pada pagi hari. Fenomena ini segera menjadi perhatian serius BNPB bersama Satuan Tugas (Satgas) Udara dan Darat yang bersiaga di lapangan,” terang Djohan saat memberikan keterangan pers di markas BNPB, Jakarta.

Hingga saat ini, kondisi di lapangan dilaporkan berangsur membaik berkat respons cepat petugas. Kendati demikian, proses pembasahan dan pendinginan (cooling down) tetap digencarkan agar api tidak kembali berkobar di bawah permukaan tanah gambut. Sebanyak 9.800 personel gabungan dari berbagai unsur kedaruratan diturunkan secara langsung, diperkuat dengan operasional sembilan unit helikopter water bombing.

Tak hanya di Kalsel, BNPB juga memperkuat benteng pertahanan karhutla di Kalimantan Barat (Kalbar) dengan menyiagakan 11 unit helikopter serta mendirikan dua pangkalan operasi di Bandara Supadio dan Ketapang. Langkah taktis serupa diterapkan di Kalimantan Tengah (Kalteng) menyusul peningkatan intensitas titik api secara signifikan. Di wilayah Kalteng, 10 unit helikopter gabungan patroli dan armada pengebom air telah disiagakan untuk menyisir area kritis.

Untuk menyiasati wilayah pedalaman yang sulit diakses kendaraan roda empat, petugas dibekali dengan sarana pendukung taktis mulai dari motor trail, mobil tangki air portabel, hingga pompa pemadam khusus. Sinergi lintas lembaga ini diharapkan mampu meminimalisasi kerugian ekologi dan mencegah gangguan aktivitas ekonomi warga akibat kabut asap.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *