Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mulai memanaskan mesin politiknya lebih awal demi menatap Pemilihan Umum (Pemilu) 2029. Langkah cepat ini diambil sebagai bentuk komitmen nyata untuk melangkah mulus menuju Gedung DPR RI di Senayan, setelah dua periode sebelumnya gagal melampaui ambang batas parlemen.
Ketua Harian DPP PSI, Ahmad Ali, menepis tuduhan bahwa partainya telah mencuri start politik. Menurutnya, aksi cepat yang dilakukan PSI murni strategi untuk bekerja lebih awal dan sama sekali tidak melanggar aturan hukum maupun administrasi pemilu.
“Kami bukan mencuri start, melainkan start duluan. Kalau punya mimpi besar, tentu harus bekerja lebih awal,” ujar Ahmad Ali saat menjelaskan alasan di balik manuver politik PSI.
Evaluasi dan Belanja Masalah dari Pemilu Sebelumnya
Keputusan untuk bergerak lebih cepat ini bersumber dari evaluasi mendalam atas kegagalan pada Pemilu 2019 dan 2024. Ahmad Ali mengungkapkan bahwa pihaknya secara aktif melakukan “belanja masalah” guna mengidentifikasi kelemahan mendasar partai, salah satunya adalah fondasi struktur kepengurusan yang kurang solid di daerah.
Guna mengatasi celah tersebut, PSI kini melakukan konsolidasi masif dari tingkat pusat hingga ke pelosok desa. Agenda besar ini telah dimulai sejak Kongres PSI di Surakarta pada 2025—yang ditandai dengan perubahan logo mawar menjadi gajah—serta Rakernas di Makassar pada awal 2026. Ahmad Ali bersama Ketua Dewan Pembina PSI, Joko Widodo, bahkan turun langsung melakukan safari politik ke berbagai wilayah.
“Kami ingin memastikan pengurus di lapangan benar-benar nyata dan bekerja, bukan sekadar nama di atas kertas atau SK formalitas,” tegasnya. Saat ini, kepengurusan PSI diklaim telah rampung 100 persen di tingkat provinsi, serta mencapai 90 persen di tingkat kabupaten/kota dan kecamatan.
Strategi Ganda: Verifikasi dan Tim Pemenangan
Persiapan PSI kali ini juga mengusung orientasi yang berbeda. Selain membangun struktur demi kelolosan administrasi verifikasi, partai juga secara paralel membentuk struktur pemenangan khusus di setiap provinsi dengan kekuatan 35 hingga 40 personel.
Dengan kesiapan matang ini, PSI optimistis dapat langsung tancap gas tanpa harus memulai dari nol begitu tahapan verifikasi pemilu selesai dilalui. Ahmad Ali menyatakan keyakinannya bahwa kesiapan infrastruktur partai ini akan membuat PSI mampu menyesuaikan diri dengan berapa pun besaran angka parliamentary threshold yang ditetapkan nantinya.








