Kalimantan Dikepung Kabut Asap Pekat, Kualitas Udara Memburuk Hingga Level Berbahaya

Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda wilayah Kalimantan dengan tingkat keparahan yang mengkhawatirkan. Kepulan kabut asap pekat kini menyelimuti sejumlah kota besar, melumpuhkan mobilitas warga, serta menurunkan kualitas udara hingga berada pada level yang sangat berbahaya bagi kesehatan.

Di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, dampak karhutla terasa kian mencekam. Pemantauan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan adanya lonjakan konsentrasi partikel udara mikroskopis PM2.5 hingga menembus angka 389,4 mikrogram per meter kubik. Angka tersebut melampaui batas aman, membuat indeks kualitas udara berada pada kategori sangat tidak sehat hingga berbahaya. Imbasnya, jarak pandang di jalan raya merosot drastis hingga kurang dari tiga meter, yang memaksa Dinas Pendidikan setempat mengundur jam masuk sekolah demi keselamatan para pelajar.

Read More

Kondisi darurat serupa mengepung wilayah Kalimantan Tengah. Di Kota Palangka Raya, tim penanggulangan bencana mencatat ratusan kejadian kebakaran yang telah melahap lebih dari 261 hektare lahan, terutama di Kecamatan Jekan Raya dan Sabangau. Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat telah memberlakukan status tanggap darurat bencana. Langkah ini diambil usai lonjakan titik panas (hotspot) meluas hingga mendekati permukiman penduduk di wilayah Kumai dan Arut Selatan.

Di sisi barat, Pontianak, Kalimantan Barat, sempat dinobatkan sebagai daerah dengan kualitas udara terburuk di Indonesia. Data IQAir mengungkapkan konsentrasi PM2.5 di kota ini mencapai 22,4 kali lipat di atas ambang batas yang direkomendasikan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO). Terdeteksinya ribuan titik panas di wilayah sekitarnya memperparah paparan kabut asap beracun ini.

Guna menekan dampak krisis ekologis yang kian meluas, berbagai elemen satgas karhutla, BPBD, hingga kementerian terkait kini terus dikerahkan. Fokus utama petugas di lapangan adalah memadamkan titik api prioritas yang mendekati area pemukiman warga serta menjaga suplai air di kawasan hutan lindung agar tidak mengalami kekeringan parah.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *