Misi Darurat Basarnas: Evakuasi Udara Korban Gempa M 7,7 di Manggarai Timur

Manggarai Timur – Bencana alam gempa bumi dahsyat berkekuatan Magnitudo 7,7 yang menggoncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) menyisakan duka mendalam sekaligus tantangan evakuasi yang berat. Merespons kondisi kritis tersebut, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) bergerak cepat menerjunkan tim penyelamat udara guna mengevakuasi para korban yang membutuhkan penanganan medis darurat di Kabupaten Manggarai Timur.

Aksi kemanusiaan pascabencana ini dipimpin secara langsung oleh Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii. Mengingat akses darat yang sulit dan kebutuhan pertolongan yang sangat mendesak, Basarnas mengerahkan helikopter jenis Dauphin AS 365 N3+ dengan nomor registrasi HR-3604. Armada udara tersebut disiagakan dari Bandara Komodo, Labuan Bajo, untuk menjangkau titik-titik rawan terdampak gempa secara cepat dan presisi.

Read More

Fokus utama evakuasi kali ini menyasar tiga warga yang bermukim di Desa Haju Wangi dan Desa Satar Padut, Kecamatan Lamba Leda Utara. Ketiga korban dilaporkan mengalami cedera serius berupa patah tulang (fraktur) serta dislokasi akibat tertimpa reruntuhan material bangunan yang ambruk. Di antara para korban luka parah tersebut, terdapat seorang anak perempuan yang baru berusia lima tahun dan lansia yang memerlukan perawatan klinis segera.

Rangkaian penyelamatan berjalan dengan sangat sigap dan terukur. Helikopter penolong mendarat di Posko Utama Satar Kampas tepat pukul 10.28 WITA untuk menaikkan para korban. Setelah menempuh penerbangan evakuasi medis darurat, helikopter berhasil mendarat kembali secara aman di Bandara Komodo pada pukul 11.00 WITA. Tanpa mengulur waktu, seluruh korban langsung dipindahkan ke ambulans dan dilarikan ke rumah sakit setempat dengan pengawalan ketat dokter serta personel medis.

Kabasarnas Mohammad Syafii menegaskan komitmen penuh instansinya untuk terus menyiagakan Potensi SAR di seluruh pelosok daerah terdampak, meliputi wilayah Manggarai Timur, Manggarai, hingga Nagekeo. Langkah ini diambil guna memastikan setiap warga terdampak gempa yang membutuhkan penanganan medis lanjutan dapat segera terevakuasi dengan selamat.

Hingga saat ini, tim SAR gabungan masih terus melakukan pemantauan ketat dan pengumpulan informasi dari masyarakat setempat. Kesiapsiagaan armada serta personel penyelamat diharapkan mampu meminimalkan risiko cedera permanen dan korban jiwa pasca-guncangan gempa bumi besar di kawasan NTT tersebut.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *